Saya senang berkenalan dengan orang-orang, siapapun itu. Saya diajarkan bahwa setiap orang membawa energi, baik itu energi positif dan energi negatif. Saya cenderung menyukai orang-orang yang membawa energi positif; semangat, kepercayaan diri, optimis. Mereka kebanyakan datang dengan cerita-cerita inspiratif yang seringkali di luar dugaan. Energi positif yang dibawa oleh orang lain dapat membuat kita ikut menularkan energi positif kita bagi mereka. Bukankah berbagi energi positif lebih melegakan dibandingkan dengan berbagi energi negatif, seperti keluhan, gosip, dan perkataan-perkataan yang tidak membangun?
Saya percaya, bukan kebetulan saya bertemu dengan orang-orang yang yang tidak saya pikirkan sebelumnya. Dan seperti yang saya bilang, mereka membawa semangat energi positif yang siap menjadi masukan bagi diri saya.
Sebut saja V. Teman sepelayanan yang pintar main piano, sedang dalam persiapan menjadi dokter muda. Dia bercerita sepak terjangnya mulai bermain musik, mencintai paduan suara, perjuangan masuk fakultas kedokteran, dan (meminjam istilah yang sering dipakainya) dibentuk menjadi pribadi yang berkomitmen dalam pelayanan. Jika kalian sempat melihat dia bermain piano mengiringi ibadah Minggu, yang akan kalian lihat adalah ini: seorang pianis yang memainkan pianonya dengan penuh penghayatan, gerakannya menikmati alunan piano yang sedang dimainkannya. Dari dia, saya belajar memegang komitmen saya, dan karenanya, saya juga berusaha keras untuk bisa membaca not. Walau itu adalah not angka.
Sebut saja A. Rekan kerja dengan ide-ide segar yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya. Saya diajak untuk terlibat dalam kegiatan bersama, membangun pikiran-pikiran 'anak muda adalah agen perubahan' dan 'temukan passionmu'. Bidangnya dalam social entrepreneurship sedikit-banyak telah mempengaruhi saya untuk ikut terlibat dalam berkegiatan bersama masyarakat. Berada di dalam satu ruang diskusi bersamanya berarti siap menerima celoteh-celoteh cerdas dan kritis. Dari dia, saya belajar untuk bersikap kritis, bahkan jika itu hanya terlintas sebentar di pikiran dan tidak sampai menjadi celotehan seperti yang telah dilakukannya.
Sebut saja J. Teman sepelayanan yang memiliki suara bass, orang yang sangat vokal. Dalam beberapa percakapan kami yang baru saja lewat, dia bercerita tentang hidupnya sebelum ia sampai di tanah perantauan; masa-masa kejayaan di jaman SMP dan SMA. Betapa dia begitu aktif dalam banyak kegiatan di kota kelahirannya dan sungguhpun dia menjadi orang yang layak diperhitungkan untuk memperoleh beasiswa dari pemerintah di kampung halamannya. Dia melewatkannya untuk suatu pendidikan yang ternyata membuatnya kecewa bahkan sebelum masuk untuk bersekolah di sana, hingga dia sampai di kota yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Menjalani kehidupan di kampus yang tidak pernah terlintas di benaknya, dia belajar menerima hal-hal yang sempat ditolaknya, dan dia ternyata menjadi lebih gemilang daripada yang pernah dipikirkannya. Dari dia, saya belajar untuk terbuka bahwa setiap orang memiliki masa kejayaan dan masa keterpurukan, tapi selalu ada titik balik jika kita mau menerima dan 'menggarap ladang' yang telah disiapkan bagi kita.
Sebut saja N. Seseorang yang karena celetukannya terhadap kostum yang saya gunakan pada suatu hari Natal membawa kami kepada percakapan-percakapan lain yang lebih hebat. Manusia dengan ide-ide brilian, mimpi-mimpi mulia, dan segudang kisah masa lalu yang membuat siapapun tercengang. Dia bercerita tentang hal-hal yang telah dia lakukan ketika dia kuliah di kampus yang terkenal, pertemanannya dengan orang-orang di sana, hingga kejadian yang menimpanya sehingga membuat dia harus menyelesaikan kuliahnya di kota lain, di kampus yang berbeda sama sekali dengan sebelumnya. Semangatnya tidak padam, dan itu membuatnya mampu bertahan dan belajar lebih banyak lagi, yang membuatnya menata mimpi lain untuk desa, dan melakukannya. Dari dia, saya belajar bahwa seorang perantau-pelajar di negeri orang pada akhirnya haruslah kembali kepada tanah airnya, membangun tempat kelahirannya untuk menjadi lebih baik lagi.
Dan masih banyak orang lain lagi, yang mungkin akan saya tuliskan di postingan-postingan lain. Hehehe.
Ada benang merah yang bisa saya simpulkan di sini, bahwa ketika seseorang dipertemukan dengan kita, barang sebentar sekalipun, kita bisa belajar banyak hal dari pengalaman-pengalaman mereka. Entah itu melalui tingkah laku mereka, maupun kisah-kisah yang mereka tuturkan sendiri. Selalu ada kesempatan belajar bagi kita, jika kita mau peka dan sebentar saja duduk bertukar pikiran dengan orang-orang.
Saya bersyukur bertemu dengan orang-orang, mengenal mereka, saling berbagi energi positif. Akan ada lebih banyak orang lain lagi yang sedang menuju ke sini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar