Tanggal 23 Desember kemarin saya menyempatkan diri untuk ke Taman Nostalgia (Tamnos). Lama juga ternyata sejak tahun 2012 tidak ke taman ini, banyak perubahan yang terlihat. Motivasi saya datang ke Tamnos adalah untuk mencoba salome andalan di sana yang sering didewa-dewakan oleh teman-teman yang doyan.
Saya ke Tamnos dengan Bernard, tetangga saya. Karena dia sudah memiliki sepeda motor sendiri, kami tidak harus mengeluarkan ongkos untuk membayar angkot lagi (horeee! :D). Kami pergi ketika sudah sore, dan Bernard langsung mengantarkan saya di tempat salome andalan itu dijual. Bentuknya seperti stand jual makanan seperti umumnya, tapi agak luas. Karena saya masih bingung bagaimana mekanisme memesan di sana (halah!), Bernard yang kemudian mengurus semuanya. Saya tinggal makan saja hahaha.
Di sana ada beberapa anak yang main bola di lapangan. Ketika kami lewat, mereka sedikit berteriak, 'Kaka, beli koran do!' Saya kemudian melihat koran apa yang dijual anak-anak itu, dan saya memutuskan membeli korannya satu buah. Sama si anak penjual koran itu juga saya sempat berfoto dengan dia haha.
Setelah itu, kami pergi dan duduk di salah satu bangku yang ada di sana sambil memotret dan bertukar ide. Suasana di Tamnos cukup ramai. Kebanyakan anak-anak muda yang ada di sana. Lama-lama, hari mulai gelap, dan ketika kami memutuskan untuk pulang, datang lagi dua orang anak penjual koran yang tadi main bola di lapangan dan menawarkan koran yang sama. Saya bilang saya sudah beli di teman mereka yang bernama Randi, dan entah bagaimana si Randi tiba-tiba datang. Mereka bertiga agak malu-malu saat kami bertanya rumah mereka di mana, mereka sekolah atau tidak, dan mereka menjual koran sampai jam berapa. Karena cukup lama 'menginterogasi' mereka, mereka akhirnya mulai cerewet juga. Mereka ngomongnya itu kayak jarak kita lima meter, pakai teriak, hahaha, padahal kami berdekatan.
Setelah lumayan pusing dan telinga berdengung mendengar mereka ngobrol sambil berteriak itu, kami pun memutuskan untuk pulang. Saya dan Bernard memberi mereka uang jajan, kelihatannya memang seperti belum makan (dan ini yang bikin mereka tambah ribut), tapi lalu berterima kasih, dan sesi terakhir adalah berfoto bersama mereka buat kenang-kenangan hehehe.
Semoga mereka menggunakan uang jajan itu untuk makan malam.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar