Dahulu, pernah ada banyak api yang menyala di dalam hati ini. Entah dalam bentuk api unggun atau lilin kecil. Ruang-ruang di dalam hati menjadi semarak, bercahaya, percaya.
Adakalanya hujan turun lebih sering, membuat kayu-kayu lembab, sehingga untuk menyalakan api unggun di dalam hati ini menjadi lebih sulit. Hanya asap-asap yang akan keluar dari kayu-kayu yang lembab itu, memenuhi seluruh sekat-sekat di dalam hati. Apalagi yang bisa diperbuat dari kayu-kayu yang lembab, selain meninggalkannya? Maka itu berarti api unggun yang pernah berkobar di dalam hati ikut padam.
Lilin-lilin kecil mulai tertiup angin. Aku susah payah menangkupkan tanganku untuk menjaga mereka. Menjaga api-api ini jauh lebih sulit, karena jumlah lilin-lilin kecil yang banyak berserak di dalam hati. Bagaimanapun juga, harus aku yang menjaganya.
Dahulu, pernah ada banyak api yang menyala di dalam hati ini. Sekarang, tinggal lilin-lilin kecil yang harus kujaga kobarannya, agar ruang-ruang di dalam hati tetap benderang, menjadi hangat, harap.
Api
Jumat, 19 Desember 2014
Malang, Desember 2014
Episode dari serial
saat sunyi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar