Menjelang yang Baru (Tentang 2014)

Rabu, 31 Desember 2014

Yang lama akan berlalu, yang baru sedang datang. Hari terakhir tahun ini mengingatkan untuk berefleksi, sejauh apa tahun ini terlewati sebagaimana mestinya. Banyak rencana tidak terwujud, tapi juga banyak kejadian yang terjadi tanpa direncanakan. Siapakah saya ini, sehingga mampu menjadi terlalu senang sepanjang tahun atau terlalu sedih sepanjang tahun? Porsi perasaan dibagi sama rata oleh Tuhan, membuat saya bersyukur tatkala saya menoleh ke belakang. Menoleh ke belakang bukan untuk menyesal, tetapi untuk melihat betapa baiknya Tuhan pada saya.

Januari, berjuang habis-habisan dengan skripsi saya.
Februari, masih bergumul dengan seminar hasil skripsi.
Maret, menyandang gelar sarjana, mulai khawatir tentang apa setelahnya.
April, merasakan kasih Tuhan lewat paduan suara di gereja.
Mei, masih dipenuhi rasa khawatir tentang kegiatan setelah kelulusan.
Juni, tidak bisa lanjut kuliah ke PTN, tapi saya menjadi bagian dari yudisium fakultas saya.
Juli, wisuda dan keceriaan keluarga, lalu disambut ketergesaan mendaftar di sebuah kampus.
Agustus, puncak kerisauan hati dan mencoba menerima hal-hal yang tidak terwujud.
September, bertemu kakak dan belajar banyak.
Oktober, kuliah lagi, teman-teman baru lagi.
November, kuliah yang menyibukkan diri, mulai menata mimpi lagi, jatuh dan bangun lagi.
Desember, kenyamanan kuliah dan rumah.

Itu mungkin hanya kilas balik yang bisa saya rangkum dalam satu kalimat untuk setiap bulan. Namun percayalah, banyak terselip kegundahan, kegamangan, kebingungan, kemarahan, keputusasaan... Walaupun bukan tahun yang mulus, tetapi tahun ini adalah tahun kritis bagi saya yang kemudian mengubah beberapa pola pikir, dan tentu saja beberapa mimpi saya. Tuhan begitu baik kepada saya.

Saya berusaha menjadi orang yang lebih baik.

Dan saya merasa itu sedang bekerja dalam diri saya.

Hari ke-365 sedang menuju penghabisannya di tahun ini. Yang mengantarnya adalah doa-doa yang penuh syukur dan harap, lalu disambut bunyi kemeriahan petasan di sana-sini. Waktu sedang bergerak maju.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS