Jurnal Kecil

Rabu, 05 April 2023

Saya teringat motivasi ketika pertama kali membuat blog di tahun 2009 setelah merasa terinspirasi dengan blog cantik punya teman: pokoknya beta mau bikin blog yang layoutnya bagus, kata-kata yang puitis dan bermakna dalam, yang bisa bikin orang tergugah dan ingin baca terus-teruslah. Maka dengan semangat itu, postingan pertama terbit di hari Pahlawan. Blog kemudian saya isi dengan segala macam hal. Mulai dari cerita tentang kegiatan sehari-hari, puisi-puisi omong kosong, foto-foto amatir yang dipotret ketika jalan-jalan, kutipan-kutipan perkataan orang, dan segala lirik lagu yang pada saat itu berkesan. Berbagai macam ragam postingan saya tayangkan, dan tidak ada bulan yang kosong tanpa saya isi. Banyak menulis ternyata membuat kemampuan merangkai kata saya menjadi bagus. Di kemudian hari baru saya sadari ini.

Selain postingan, saya juga begitu concern dengan tampilan blog. Belasan template blog yang sudah saya bongkar pasang untuk mendapatkan yang cocok, layout yang sudah saya utak-atik, belum lagi efek-efek yang hits di masanya seperti kursor blink-blink yang bisa dicustom atau musik yang dimainkan di latar. Judul blog juga berganti-ganti, apalagi url-nya. Sayang sekali saya tidak punya dokumentasi tampilan template yang aneh-aneh dan heboh itu hahaha. Kegiatan blogwalking dan meninggalkan komentar juga rutin saya lakukan, semata-mata agar orang lain juga datang berkunjung di blog saya. Masa-masa yang seru sekali. Sebagian besar blog yang saya baca hingga hari ini adalah hasil kerajinan saya blogwalking. Banyak blogwalking membuat saya banyak memperoleh topik untuk postingan blog saya sendiri. Saya juga sering membagikan postingan blog saya di media sosial, sehingga ada teman-teman yang rupanya tertarik untuk membuat blog. Dengan pengalaman otodidak saya yang seuprit, saya pun mengajari mereka membuat blog dari awal, mengatur layout, mengganti template, font, menambahkan widgets, dan hal-hal mendasar yang sudah saya lakukan juga di blog saya. Senang bisa berbagi pengetahuan yang hanya seonggok itu.

Suatu kali di tahun 2013, entah ada angin apa, tiba-tiba saja saya merasa dan berpikir bahwa semua postingan saya di blog maupun di media sosial sangat oversharing. Saya dengan cepat melakukan perampingan postingan blog, kurasi sana-sini, beberapa medsos dihapus, dan beberapa yang masih ada saya deaktif-aktif berulang-ulang. Heran, tapi begitu sudah saya kalau terlalu impulsif, tidak berpikir panjang dan matang. Saya mulai mengurangi kegiatan menulis di blog, dan beralih menulis jurnal di buku. Empat tahun berselang, di tahun 2017 bulan Agustus, saya pun undur diri dari blog. Saya menulis ucapan perpisahan begini:

    Menjelang ulang tahun saya yang ke-25, yaitu lusa, saya memutuskan menghentikan blog ini dari peredaran. Ada sebuah rasa melankoli sendiri, karena tahun ini adalah tahun ke-8 saya ngeblog. Selama delapan tahun tersebut, saya ternyata mampu menghasilkan 1469 postingan hahaha, cukup produktif juga ya. Walaupun selama dua tahun terakhir saya tidak terlalu rutin lagi menulis. Hehehe. Tulisan perpisahan ini adalah postingan ke 1470 saya.

    Ketika saya draft-kan semua tulisan saya di blog ini, saya melihat kembali hidup saya di tahun-tahun kemarin. Ada tulisan yang bersifat mengenang, ada tulisan untuk mengisi waktu, ada tulisan yang mengandung emosi (emosi itu macam-macam lho ya, bukan cuma emosi marah saja :p), dan beberapa cara saya mengekspresikan isi kepala saya dan refleksi-refleksi hidup. Cukup bervariasi, saya sendiri agak terkejut karena bisa juga mengisi blog ini sedemikian rupa hahaha.

    Saya sebenarnya tidak berhenti menulis sih hahaha, ada bikin jurnal baru yang saya tulis tangan sendiri, sehingga rasanya agak repot jika harus menulis di dua media sekaligus. Weww.

    Ya sudah, demikian saja dulu ya. Semoga kita bisa bertemu di lain kesempatan dalam suasana atau platform yang berbeda. Terima kasih semua yang telah sering membaca blog saya atau secara tidak sengaja menemukan blog ini.

    Sampai jumpa!


Tiga bulan setelahnya, saya haha hehe lagi di blog. Kembali karena merasa kehilangan wkwkkw, dasar saya! Saya menulis:

    Di sela-sela menulis di buku jurnal, ada keinginan yang sering terlintas di benak untuk kembali menulis di blog lagi. Saya menyadari bahwa memang ada hal-hal yang ingin saya simpan sendiri, tetapi ada juga hal-hal yang ingin saya bagikan kepada orang lain, karena sejatinya menulis bagi saya adalah berbagi, baik itu berbagi gagasan, berbagi pengalaman, berbagi rasa. Atau mungkin itu bukan hanya sejatinya menulis, tetapi sejatinya manusia...

    Suatu hari, saya membaca sebuah perkataan Neil Gaiman yang bilang begini:
A freelance life, a life in arts, is sometimes like putting messages in bottles, on a desert island, and hoping that someone will find one of your bottles and open it and read it, and put something in a bottle that will wash its way back to you: appreciation, or a commission, or money, or love.

    Saya rasa, hal itu berlaku juga pada blog ini: mungkin seseorang akan menemukan blog ini dan membacanya, merasa memiliki teman yang pengalamannya sama dengannya, merasa mendapatkan gagasan-gagasan baru, dan melihat pada dirinya bahwa ternyata ada orang lain juga di luar sana yang merasa seperti yang dirasakannya. Saya tidak tahu siapa saja yang telah mampir membaca blog saya ini, tetapi saya berharap blog ini bisa menyampaikan hal-hal baik bagi orang lain.


Tiga tahun kemudian setelah tulisan itu saya buat, mungkin karena gabut hadeeeh, saya beride untuk membuat blog baru. Lagi-lagi, dengan impulsif. Menurut saya pada saat itu, blog saya sudah banyak sekali postingan, dan untuk mengurasi ulang, benar-benar memakan tenaga. Kenapa tidak membuat blog baru saja, dan memuat postingan-postingan yang terpilih dari blog lama secara santai dan woles. Maka lahirnya blog ini. Tetapi punya blog baru justru membuat saya berhati-hati untuk mengisinya. Apakah ini layak dibaca publik, atau cukup disimpan sendiri saja. Memutuskan hal ini saja juga menghabiskan waktu, sehingga bukannya saya terus menulis, malah saya vakum. Tipikal malas repot hahaha. Bisa dilihat berapa banyak postingan yang dibuat dari tahun 2020 sampai tahun ini. Banyak momen pergi tanpa dokumentasi, respons dan pendapat akan peristiwa di hidup juga berlalu begitu saja, membuat saya menjadi kurang mengenal diri sendiri. Apakah anggapan ini terlalu jauh, mungkin. Tetapi itu yang saya rasakan. Saya merasa kehilangan kesempatan untuk bertumbuh dengan cara saya biasanya bertumbuh, yakni menulis, mencatat, berpendapat, meski hanya untuk diri saya sendiri. Tahun ini, atau lebih tepatnya beberapa minggu terakhir, hal ini mengusik saya. Saya merasa kemampuan menulis cukup merosot. Saya membaca postingan-postingan lama di blog lama saya dan sangat tercengang betapa kayanya rangkaian kalimat yang saya buat dulu. Kayak, hah saya bisa menulis bagus begitu???? Wow bangettttt aslik. Saya jadi rindu saya yang dulu, yang bisa begitu luwes mengungkapkan suatu hal, dan tenggelam dalam kalimat-kalimat ajaib yang belum tentu bisa saya buat lagi sekarang.

Oleh karena itu, saya berharap saya bisa produktif lagi mengisi blog ini, atau saya sebut saja jurnal kecil. Meski hanya cerita tentang sehari-hari, tapi bila itu bisa membuat saya kembali bertumbuh, let’s go. Sebisa mungkin sebulan ada lah satu postingan ya. Untuk postingan buku-buku, masih saya pikirkan, karena sebenarnya saya juga update di Goodreads, alias pendobelan kalau harus posting di blog lagi. Postingan gambar-gambar juga mungkin tidak muncul lagi di sini, karena saya menaruh mereka di blog yang berbeda. Tapi entahlah, saya suka impulsif ga terduga jadi lihat ke depan lagi wkwkwk. Fokusnya sekarang mengisi blog dengan tulisan. Akan ada selingan foto-foto, karena saya belum tahu harus mendokumentasikan foto di media apa.

Oke kira-kira begitu sih, tiba-tiba merasa perlu untuk mengatakan ini semua, untuk pengingat bagi diri sendiri. Semangat, saya! :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS