Tanggal 22 yang lalu saya ikut beberapa teman guru pergi ke arah selatan Sumba, tepatnya di Kecamatan Mahu untuk melakukan pelatihan guru. Kecamatan Mahu adalah salah satu kecamatan di Sumba Timur yang letaknya sangat jauh, kira-kira 2-3 jam kalau intens. Pelatihan yang dimaksud dilaksanakan di tanggal 23, sedangkan kami berangkat dari tanggal 22 karena akan bermalam di sana. Kami berangkat sekitar pukul 10 pagi dari Waingapu, setelah molor 3 jam dari janjian hahahaha. Anggota yang berangkat adalah: Tim Charis Sumba (Teacher Ardy sekeluarga, Miss Coryn, Teacher Sarry, Teacher Itha, Miss Elsy, Teacher Ira, Teacher Tuti, dan saya) dan tim Yayasan Suka Indonesia (Kak Lery dan Kak Frengky), masing-masing membawa 1 mobil. Pembagiannya di mobil Charis ada Teacher Ardy sekeluarga, Itha, Elsy, dan Ira, sedangkan di mobil Suka Indonesia ada Kak Lery, Kak Frengky, Tuti, Miss Coryn, Sarry, dan saya. Waktu masih di Waingapu, kami bawa bahan-bahan makanan supaya sampai di sana tidak repot lagi. Bawa ayam juga, beli di murid kami, Gio, yang orang tuanya punya usaha ayam pedaging.
Di tengah perjalanan, kami mampir di Air Terjun Waimarang yang memang searah. Sampai di tempat parkir, kami masih harus berjalan 15 menit untuk sampai ke air terjunnya. Kalau dilihat di foto orang-orang di medsos, saya menyangka tempatnya luas. Tapi ternyata, tidak terlalu besar. Pijakan untuk orang-orang yang tidak mandi dan hanya mau bersantai sangatttt sempit. Huhuhu. Airnya juga tidak biru seperti di foto-foto, agak kecoklatan, mungkin karena sedikit bercampur lumpur sehabis hujan. Selain kami, banyak juga pengunjung lain di sana. Jadi semakin tidak leluasa untuk mondar-mandir di pijakan yang sempit itu. Hanya 15 menit kami di sana, foto-foto sedikit untuk kenang-kenangan, lalu berjalan kembali ke parkiran untuk makan siang. Sehabis makan siang, kami melanjutkan perjalanan kami.
Kami tiba di kantor Kecamatan Mahu setelah melalui hutan, jalan rusak, dan hujan. Di sana, kami diterima oleh bapak Camat langsung. Bahan-bahan makanan untuk pelatihan langsung kami drop di sana. Setelah minum kopi, kami pergi ke rumah salah satu guru desa untuk bermalam di sana. Sebagai informasi, yayasan saya bekerja sekarang selain memiliki sekolah induk dan sekolah cabang, juga bermitra dengan sekolah-sekolah di desa yang tergabung di program Elevate. Program ini digagas untuk membantu guru-guru desa dengan memberikan pelatihan dan insentif. Nah, guru desa yang rumahnya kami pakai untuk beristirahat ini adalah guru yang tergabung di program Elevate. Sampai di rumahnya, saya mengantuk berat sekali hahaha. Mandi, tidur sedikit, bangun untuk makan dengan mata berat dan badan yang masih ingin tidur. Keknya 5 menit setelah makan, saya langsung pamit tidur hahaha.
Pagi bangun, kami bersiap untuk berangkat ke kantor kecamatan, karena pelatihan berlangsung di sana. Di saat kami mandi dan berkemas, anak-anak PAUD di situ datang ke rumah gurunya, dan mereka menyanyi dipandu oleh guru-guru kami. Saya dan Kak Lery di dalam untuk memberikan insentif bagi guru-guru mereka. Selepas itu, kami berangkat ke kantor kecamatan.
Kegiatan pelatihan baru mulai 1 jam kemudian sejak kami sampai. Guru-guru dari Charis dibagi ke dalam beberapa center dan guru-guru yang jadi peserta akan belajar berpindah-pindah di masing-masing center. Ketika kegiatan center hampir selesai, istri bupati baru tiba (hehehehe diundang untuk membuka acara sih, bukan untuk menutup acara :p) dan memberi kata penutup untuk acara kami. Setelah bubar, beberapa guru desa yang bermitra dengan kami dan baru kami temui di kegiatan ini kami kumpulkan untuk menerima insetif. Ada juga pembagian beras dari Suka Indonesia. Beres, kami pergi ke kantor kecamatan untuk makan siang. Sekitar hampir 2 jam kemudian, kami pulang ke Waingapu.
Saya senang bisa bergabung di kegiatan ini, mengingat saya sempat galau di awal untuk memutuskan ikut atau tidak. Soalnya sa mabok oto wkwkk. Berterima kasih karena bisa satu mobil dengan beberapa teman yang suka mabok oto juga tapi berhasil aman selama perjalanan karena kami banyak bercerita dan bersenda gurau (setelah saling support habis minum obat mabok), juga rekan dari Suka Indonesia yang menyetir dengan skill menyetir yang tidak membuat kami pusing di jalan-jalan yang berputar atau berbatu-batu. Terima kasih untuk kesempatan ini!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar