Di 2021

Jumat, 04 Februari 2022

Senang sekali bisa melewati tahun 2021 dengan baik. Meskipun sering diwarnai oleh overthinking wqwq, 2021 berlalu tanpa gejolak yang besar. Alias, rasanya kek aman-aman saja. Tapi coba saya ingat-ingat dulu yaa, ga mungkin semulus itu kaannnn perjalanan setahun XD

Belajar Kibor dan Menonton Conan
Awal tahun dibuka dengan semangat belajar kibor, karena kebetulan sekolah beli kibor dan diparkir sementara di Office, sehingga saya bisa luangkan waktu 1 jam setiap hari untuk belajar. Setelah beberapa bulan belajar, dari yang buta tuts sama sekali, saya coba cari-cari tutorial di Youtube, dan saya sudah lumayan bisa laah kunci-kunci (masih bentuk 1 sih hehehe) dan bisa main 1-2 lagu Kidung Jemaat. Pilih belajar dengan lagu gereja karena saya suka lagu-lagu yang old fashioned ;). Saya juga kerajinan nonton Conan setahunan ini. Seru sih huhuhu, jadi sayang bangettttt sama tokoh-tokohnya. Baca-baca juga manganya, tapi tentu anime lebih mudah diakses hehehehehe iykwim.

Membaca Banyaaaaaak Buku
Saya kembali ke mode membaca, akhirnya!, setelah sebelum-sebelumnya penuh pergumulan bagaimana caranya bisa baca buku di Waingapu seperti dulu lagi. Saya memboyong 1 dus komik Miiko dan Doraemon milik adik saya, dari Kupang ke Waingapu, dan perasaan saya sungguh terhibur membaca semua itu. Didukung oleh rak buku sebesar kulkas yang dibikinkan Kak Jef untuk saya, saya pun bisa mengeluarkan buku-buku bacaan yang saya bawa dari Malang tahun 2019 silam untuk bisa bernapas lega di rak buku baru itu, dan dibaca ulang oleh saya (saya orangnya gak masalah kok baca ulang buku wqwqwq). Selain itu, teman saya, Kak Mario dan Kak Linda, masing-masing juga menjual buku-buku di Kupang yang boleh dikirim ke Waingapu. Ada satu kali juga titip beli buku sama teman yang di Malang, dikirim bersamaan dengan tenda pesanan Kak Jef. Senang rasanya bisa baca buku lagi, otak jadi fresh, seperti tanah kena siram air dan siap tumbuhkan benih-benih (hahaha ngemeng epeeeeee). Di akhir tahun sewaktu libur ke Kupang, saya sempatkan beli beberapa buku yang lagi in. Persediaan untuk beberapa bulan ke depan neeeeh.
Karena kultur membaca yang sudah kembali ini, saya jadi belajar untuk anotasi buku-buku. Yang mudah-mudah dulu, ditandai dengan bookmark flag di bagian-bagian yang saya suka. Ke depannya, akan saya coba tuliskan hal-hal menarik sepanjang membaca buku itu di jurnal buku (sudah bela-belain beli buku notes khusus yaaa, jadi harus dikerjakan hahaha). Oh ya, saya juga bikin Goodreads lagi, kali ini dengan tujuan untuk bantu saya track buku-buku yang saya punya. Pemakaiannya personal, tapi kalau teman-teman pas ketemu Goodreads saya, boleh say hi yaaaa hehehehe. Agak rajin sedikit, saya bikin bookstagram juga.

Ana Buddy!
Awal tahun, saya dan Kak Jef mengadopsi seekor anjing berwajah garang tapi berhati lembut yang punya trauma dengan bunyi-bunyian, dan bersyukur dia selamat melewati badai-badai penyakit anjing yang sering menyerang pada saat anjing masih kecil. Namanya Buddy. Buddy pintar, suka naik motor, dan sangat patuh pada Kak Jef (doang, saya tidak weee). Buddy sempat kena serempet oto pickup suatu hari di kaki kiri belakang, tapi sudah baik lagi sampai sekarang. Pada waktu kami pergi ke Kupang, Buddy tinggal di kos dan kami titip di teman kos yang tidak pulang untuk memberinya makan. Bersyukur sekali Buddy baik sampai kami kembali dari Kupang :3 (walaupun pada saat kami kembali, Buddy yang bulunya berwarna coklat jadi berwarna seperti abu-abu kusam dan rontok dengan wajah sedih, mungkin dia sepi sekali saat kami tidak ada). Berharap Buddy bisa umur panjang! <3

Settle For Less
Ini istilah yang sering adik saya lontarkan ketika saya mulai bercerita tentang pekerjaan saya hahaha. Pekerjaan saya baik selama hampir 5 tahun terakhir ini, tapi sepertinya saya pengen suasana baru, situasi yang baru. Saya merasa 5 tahun terakhir ini saya tidak terlalu banyak berkembang, mungkin juga pekerjaan saya pun tidak dapat dikembangkan lagi (sial, ketika menulis ini, kenapa otak saya tiba-tiba ingat perkataan guru Matematika SD saya dulu yaa, Pak Gab, yang bilang: Api saja bisa berkembang jadi kembang api, kenapa kita tidak bisa membuat otak kita berkembang? Weh). Memang selama setahun ini saya sangat bergumul dengan hal ini. Saya pikir saya harus segera ambil langkah untuk mengakhiri masa ‘pemberontakan’ saya wqwq. Karena belum matang, saya belum bisa utarakan di sini wqwq, ntar lah di catatan tahunan 2022 saja yaaa kalau sudah kesampaian :D. Yang jelas, semoga saya bisa bekerja di tempat yang baik dan saya juga bisa mengembangkan diri saya ke arah yang lebih pas dan cocok dengan saya ;). Wismilak!

Kehilangan
Saya kehilangan 2 orang dalam keluarga besar pada tahun ini. Yang pertama adalah Te’o saya, adik bungsu dari Papa, yang kami panggil Ani. Ani pergi karena sakit yang sudah cukup lama berdiam dalam dirinya. Sedih sekali saya tidak bisa hadir di saat terakhir Ani, tetapi saya berdoa semoga Ani sudah senang sekarang. Yang kedua adalah suami dari mama kecil saya, Bapa Radja. Bapa Radja juga pergi karena sakit yang sudah lama ada dalam tubuhnya. Sampai jumpa, Ani dan Bapa Radja, dalam situasi dan dimensi yang berbeda <3

Kesehatan
Pada saat ulang tahun, teman-teman kantor bertanya apakah ada yang ingin didoakan. Saya hanya minta supaya saya sehat. Bersyukur sekali di masa pandemi saya tidak kena Covid, setelah dites antigen dan PCR karena kontak erat dengan Kak Jef dan salah satu rekan kerja yang positif. Tetapi sakit kepala-sakit kepala rutin tidak bisa terhindarkan yaaaa hahaha. Semoga dan semoga tahun ini bisa sehat terus (makanya, olah raga Yuk! Wqwq). Oh ya, tahun ini juga saya sudah vaksin dan lengkap! Sebelum divaksin, di Waingapu ada bencana banjir dan angin Seroja yang merusakkan banyak rumah dan bendungan. Sempat membantu di posko, tapi tidak sampai sakit. Kak Jef yang drop jadi vaksinnya yang ditunda. Bersyukur dia cepat sehat dan bisa vaksin lengkap juga.

Kamera Fuji
Seumur hidup saya, saya banyak menggunakan 3 kamera untuk memotret, sejak memotret mengambil perhatian saya pada awal perkuliahan tahun 2010 silam. Ketiga kamera itu adalah kamera hp yang paling mudah karena menempel di hp hehehe, kamera poket Kodak yang saya beli baru di tahun 2012, dan kamera poket Samsung milik Kak Jef yang lebih banyak dipakai oleh saya dibanding dia, beli seken tahun 2019 sebelum kami pindah ke Waingapu. Kamera hp masih selalu saya gunakan karena penggunaannya yang mudah. Kodak sudah pensiun, bermula dari pengait tutupan baterenya yang dirusakkan adik saya, lalu performa kameranya yang memang sudah menurun. Kamera Samsung masih saya pakai sekarang. Pada waktu di klub fotografi di kampus, masih musimnya pakai DSLR. Sering coba-coba pakai DSLR milik kakak-kakak semester dan teman-teman sekelas. Pernah sangat ingin punya satu, tapi harganya yang mahal mengurungkan niat saya. Hingga kamera mirrorless sudah banyak menjamur, ide beli DSLR pun belum terlaksana hahahaha. Dipikir-pikir, DSLR mahal dan berat, sedangkan kebutuhan saya biasanya memotret pemandangan dan dokumentasi untuk senang-senang.
Karena sudah bekerja cukup lama dan ada tabungan sedikit, saya merasa ingin punya kamera yang proper. Kalau bisa, di atasnya kamera poket sedikit lah, tapi di bawahnya DSLR juga gapapa. Pilihan jatuh pada kamera mirrorless, karena ringan, mudah dibawa ke mana-mana, dan pemakaiannya tidak ribet (bisa ganti lensa juga kalau ingin). Mencari-cari referensi, saya tertarik pada Fuji. Ada lihat di Tokped kan yang seken dan masih bagus (saya belum berani beli baru kalau pemakaian saya bukan untuk profesional), maka bikinlah akun Tokped hanya demi dan untuk bisa beli si kamera dimaksud. 3 bulan kamera berada di keranjang, karena saya ragu mau beli elektronik di e-commerce, belum lagi pengirimannya dari Sby yang harus 1x transit untuk sampai di Waingapu. Maju-mundur cantik, akhirnya saya beranikan diri untuk check out setelah tanya-tanya prosedur segala macam pada teman saya yang ahlinya pesan online wqwqwq. Kamera tiba sebelum libur ke Kupang, sehingga waktu libur bisa dibawa untuk foto-foto di rumah.
Saya berharap dengan adanya kamera ini, saya bisa memotret lebih baik lagi dan siapa tahu bisa membuka jalan-jalan yang lain ;). Oh ya, dan semoga dia berumur panjang!


Kira-kira itulah hal-hal yang bisa saya ingat dan bagikan di sini. Berharap tahun 2022 semakin lebih baik lagi (klise, tapi apalagi yang bisa diharapkan di tahun yang baru? Hihihi). Cheers!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS