Malam Bae

Senin, 31 Desember 2018

Hai, saya menulis ini dari rumah Kupang. Sedang duduk bersantai dengan diri sendiri di teras samping yang sengaja saya matikan lampunya, mendengar bunyi kembang api di sebelah sana, dan musik orang-orang jauh di sana. Memikirkan hal-hal yang mungkin terjadi di tahun depan. Sudah lama meninggalkan resolusi-resolusi yang selalu saya tulis di malam pergantian tahun dan mencoretnya jika sudah terpenuhi seperti tahun-tahun yang telah lalu. Sejak tahun kemarin, saya berjalan tanpa resolusi. Senangnya melakukan itu, karena semua hal saya terima dengan baik dan disimpan dengan rapi di dalam hati, tanpa kecewa ataupun bergembira terlalu berlebih. Tahun inipun, saya akan terus berjalan tanpa resolusi. Resolusi kadang 'membunuh' saya, sehingga seringkali saya malah kehilangan diri sendiri. Saya justru jauh lebih baik tanpa resolusi.

Wahai, tidak apa-apa, Kawan, kaupun tentu baik, dengan atau tanpa resolusi. Kebetulan saja saya menjadi semakin oke tidak dengan resolusi.

Berganti tahun atau tidak, saya selalu punya momen untuk memperbaiki diri. Banyak ingin-inginnya pula, meski saya sudah tahu tidak harus mendapat semuanya. Kebetulan, sejak beberapa waktu lalu, saya punya beberapa kemauan. Bukan bentuk resolusi, pastinya. Kebetulan juga karena ini postingan terakhir di tahun 2018, saya pun ingin menulis tentang keinginan-keinginan itu.

Konsep Pulang
Pulang bagi saya 4-5 tahun lalu berarti kembali tinggal di rumah Kupang dan bekerja di Kupang. Konsep pulang saya sekarang adalah kembali ke NTT, di manapun itu, karena NTT adalah rumah bagi saya. Saya selalu menunggu momen pulang ini, bukan sekadar pulang beristirahat saat liburan, tapi pulang untuk berkarya dan belajar mencintai NTT dengan lebih hangat.

Menulis Lagi
Menulis bagi saya 5-6 tahun lalu bisa berupa banyak bentuk, seperti merekam jejak pengalaman di blog, menulis puisi, menulis pengalaman dengan tulisan tangan. Menulis pada tahun berikut akan berkembang dan bertambah dengan menulis pengalaman dengan buku-buku, yang walau sudah pernah saya bikin, saya kira akan lebih saya giatkan lagi. Menghasilkan satu tulisan untuk saya pribadi adalah sebuah momen kontemplasi tersendiri, selain membuat gambar sketsa.

Memotret

Memotret dalam konsep 8 tahun lalu saya adalah mengambil gambar dengan kamera yang mumpuni. Memotret bagi saya sekarang adalah mengambil gambar dengan membubuhkan 'rasa'. Kebetulan saat ini senang memotret alam dalam berbagai bentuk, dan berharap orang lain yang melihatnya bisa 'merasa'. Setidaknya, bisa merasa lebih baik.

Relasi Dekat
Berelasi adalah sebuah hubungan yang ajaib dengan orang lain. Jumlah teman saya membengkak dalam 7 tahun terakhir, tapi 3 tahun belakangan saya sadar bahwa hanya lingkaran kecil saya yang benar-benar saya inginkan untuk dekat dengan saya. Semakin ke sini, semakin sedikit jumlah kawan dekat, tetapi justru semakin berkualitas. Terima kasih, Kawan-kawan, untuk hal-hal baik dan kurang baik yang sudah terlewati bersama dan tetap ada sampai sekarang. Kebetulan terbesit keinginan untuk 'memangkas' jumlah teman di medsos sehingga tinggal teman-teman dalam lingkaran kecil saja yang bisa terus berinteraksi, tapi masih saya pikirkan gimana enaknya.

Banyak ingin-inginnya saya yang lain-lainnya, tapi saya kira mereka yang sudah dijabarkan di atas sudah cukup mewakili. 2018 baik, sungguh baik. Terima kasih, diri sendiri, untuk selalu punya cara bertahan dan menyesuaikan diri walau tanpa resolusi. Mari, datang sudah, 2019, saya sambut dengan tangan terbuka dan hati lapang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS