Merenung dan mencoba, kadang-kadang putus asa
Sebagian besar waktu saya tahun lalu saya pakai untuk merenung. Merenung apakah langkah yang saya ambil sudah tepat atau belum. Mencoba beberapa peluang yang ada, walau banyak yang tidak berjalan juga. Putus asa dan sebal pada diri sendiri, tapi ingat pada mimpi-mimpi, sehingga bisa semangat lagi. Banyak hal yang terjadi membuat saya berpikir sekarang, memasuki tahun 2018 saya dengan penuh anugerah. Tuhan baik, semesta baik.
Jalan-jalan sedikit
Meski sering menghabiskan untuk merenung dan mulai memahami dunia orang dewasa yang sungguh kompleks ini :p, saya menyempatkan waktu untuk jalan-jalan di sekitar kota, melihat-lihat keindahan alam supaya saya tetap waras.
Saya pergi ke buper bedengan yang banyak pohon pinus dan ada sungai kecil melintas
(dan ulat bulu yang banyak),
Candi Singosari dan Candi Sumberawan yang tenang,
Kebun Raya Purwodadi yang banyak pohonnya dan bisa tidur-tiduran di rumput,
juga ke Museum Musik di dalam kota.
Asik dan menyegarkan pikiran dan mata :D.
Pekerjaan
Salah satu beban pikiran saya tahun lalu adalah pekerjaan. Semua yang terbaik sudah saya sertakan ketika melamar pekerjaan, tapi banyak juga tempat yang tidak ada kontak setelah menerima lamaran saya (belum lagi saya yang tidak cocok dengan beberapa tempat). Hampir mengepak barang-barang dan mengubur mimpi-mimpi saya dan memilih mau pulang saja, sampai akhirnya lamaran terakhir yang saya kirim disambut baik oleh sebuah lembaga pendidikan yang belum pernah terlintas di pikiran saya sebelumnya. Justru, di sekolah inilah mimpi saya seperti api kena minyak tanah, jadi menyala besar lagi. Senang tentu saja, karena menemukan tempat bekerja yang sesuai dengan idealisme saya :p (bergerak di bidang pendidikan; memiliki manajemen pendidikan dan sistem pendidikan yang memperhatikan karakter; punya perhatian dan ada kontribusi nyata terhadap pendidikan di daerah-daerah seperti NTT, Papua, Kalimantan, Sulawesi; dan lingkungan kerja serta rekan kerja yang sangat mendukung). Oh, Kak Jef juga bekerja dengan saya di tempat ini selang beberapa bulan setelah saya masuk ;).
Rekan-rekan kerja di kantor saat makan-makan waktu Natal
Berhenti sejenak bikin sketsa dan bikin puisi, tapi masih baca buku
Saya sedang hiatus bikin sketsa dan puisi (karena merenung sungguh menyita waktu dan tenaga). Tapi untuk menjaga nyala seni biar tidak padam, saya masih mengikuti beberapa ilustrator yang ilustrasinya saya suka. Begitu juga dengan puisi-puisi dari penyair favorit saya. Baca beberapa buku dari penulis Indonesia juga.
Olahraga
Olahraga masih menjadi angan-angan saya hahaha. Olahraga apa yaa yang bisa saya lakukan di sela-sela kegiatan saya sehari-hari? Hmmm.
Berteman dengan orang-orang yang saya pilih secara acak
Beberapa orang sudah saya tahu lebih dahulu, lalu saya memberanikan diri untuk menyapa dan berteman. Awalnya, semua menyambut dengan baik, tapi pada akhirnya ada yang tidak ingin berteman lagi hahahaha. Saya bilang begitu karena orang yang bersangkutan memblokir saya di salah satu media sosial tanpa saya tahu ada apa hahahaa :p. Karena sepengetahuan saya, obrolan-obrolan kami seru dan mengasyikan. Tapi biarlah itu menjadi urusannya dia saja. Mungkin karena dia pernah punya masa lalu yang belum beres :p.
Kira-kira begitulah perjalanan tahun 2017 saya yang bisa saya ingat. Moga-moga catatan perjalanan tahun 2018 saya tidak terlalu molor wkwkwkk :D.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar