Komik Louis

Jumat, 31 Agustus 2018

Pada suatu malam ketika kami sudah selesai makan, Kak Jef meminta saya mengambil sebuah komik di dalam tasnya. Katanya, dia beli dari Louis, murid kelas 3B, untuk saya. Saya yang penasaran cepat-cepat membuka tasnya dan mencari di mana gerangan komik tersebut. Komik Louis  yang kemudian saya namakan begitu  ternyata berbentuk seperti zine yang dibuat sendiri dan berisi gambar-gambar khas anak-anak. Disampul juga ternyata. Tentu saja saya kegirangan, karena saya penggemar barang-barang buatan tangan sendiri hahaha.

Ini dia komik yang saya maksud.





Komik Louis ini bagi saya pribadi adalah bentuk keberanian Louis untuk mengutarakan idenya. Gaya bercerita dia yang polos dan menggunakan kalimat-kalimat sederhana sungguh menggemaskan. Warna-warna yang digunakan juga warna-warna yang berani. Perasaan saya ketika membaca komik singkat ini hanya satu: bahagia. Entah ada energi apa yang keluar dari komik ini, tapi saya bisa pastikan saya bahagia bahkan hanya sekedar membolak-balikkan lembarannya saja.

Beberapa hari kemudian, saya harus ke kelas 3B untuk menyampaikan beberapa surat untuk orangtua. Saya bertemu Teacher Vita, wali kelas 3B, dan sekadar bertanya apa benar Louis kelas di situ. Teacher Vita yang ramah itu langsung saja memanggil Louis, katanya, "Louis, ini ada fansmu mau ketemu nih." Hahaha. Louis pun datang dengan tersipu-sipu dan saya tanya, "Ini Louis ya? Komikmu bagus. Kapan keluar seri berikutnya?" Dia dengan sedikit menggaruk-garukkan kepalanya menjawab, "Masih dua tahun lagi." Saya dan Teacher Vita tergelak, dan saya pamit kembali ke kantor. Sebelum menutup pintu kelas, saya berseru, "Kalau sudah ada seri terbaru, bawa satu ke office, ya, Louis!"

Membaca dan melihat karya anak-anak sangat ampuh untuk merefres diri saya. Mengapresiasi karya mereka juga sangat ampuh untuk memberikan kepercayaan diri pada anak-anak dan menunjukkan dukungan pada mereka bahwa apa yang mereka kerjakan baik adanya. (Percayalah, dukungan itu sangat sangat sangaaaaat besar maknanya.) Secara tidak langsung, Louis telah mengajarkan hal penting bagi saya: dalam berkarya, tidak usah takut, berani saja.

Nggg, saya jadi ingat nih tentang gambar-gambar saja juga. Hihihi. Terima kasih, Louis, untuk energi positifnya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS