Mengantar Karikatur Pesanan dan Hal-Hal Lain di Jalan

Kamis, 14 Juni 2018

Pertengahan Mei lalu, salah seorang majelis di gereja saya di Malang memesan karikatur ke Kak Jef. Kak Jef memang bisa menggambar karikatur. Majelis kami ini, Bu Evi, memesan banyak sekali karikatur. 20 gambar ditambah bingkai, untuk acara kelulusan anaknya yang telah tamat SMP. Beliau mengontak Kak Jef di tanggal 19 untuk dibuatkan karikatur yang akan dipakai di acara kelulusan tanggal 28. 20 karikatur dalam seminggu? Uww, saya kira tidak cukup waktunya.

Tapi Kak Jef memang selalu banyak akal. Dia baru benar-benar mulai mengerjakannya di hari Jumat, tanggal 25, karena kesibukan final test murid-murid di kelasnya selama seminggu. Untungnya, dia punya cara khusus untuk bisa ‘ngebut’ mengerjakan karikatur yang banyak itu. Hari Sabtu kemarin, saya membantunya mewarnai, mengambil bingkai, dan membuat beberapa tipografi hiasan. Ternyata mewarnai saja memakan waktu hampir setengah hari hahaha. Tapi syukurlah semua urusan mewarnai kelar di hari Sabtu.

Di hari Minggu, kami memasang semua karikatur tersebut. Kurang satu bingkai, karena ada tambahan satu karikatur yang mintanya mendadak. Ini membuat kami berpikir keras, harus cari di mana lagi sementara tempat jual pigura banyak tutup di hari Minggu (apalagi bulan puasa). Tapi lalu kami ingat pernah berkenalan dengan bapak pembuat sekaligus penjual pigura di CFD dulu, dan ketika kami mendatangi rumahnya, syukur sekali si bapak masih membuat pigura dan dengan senang hati menjualnya kepada kami. Kami merapikan dan menyelesaikan pekerjaan kami, dan memutuskan mengantarkan karikatur 20 bingkai itu dengan menggunakan jasa ojek mobil online.

Pada waktu mengantarkan, saya ikut mobil Pak ojek ini, sementara Kak Jef dengan motor di belakang kami. Di tengah jalan, motor Kak Jef mogok lagi. Tapi saya harus segera mengantarkan semua karikatur ini, karena ditunggu. Oleh karena itu, Kak Jef bilang kalau nanti dia akan susul saya di lokasi saja. Saya sampai duluan di sana, menyerahkan semua pekerjaan karikatur itu ke teacher-nya, dan bapak ojek mobil juga segera bergegas pergi setelah saya melunasi pembayaran. Tapi Kak Jef belum sampai juga. Saya mengontak dia, dan dia bilang sudah dekat. Baiklah saya menunggu di portal depan jalan saja, biar gampang ditemukan (karena tempat yang kami datangi ini baru pertama kali, sehingga agak menyusahkan kalau saya menunggu di tempat yang agak sulit dicari, mengingat ponsel Kak Jef juga sudah lowbat).

Selang 45 menit, Kak Jef akhirnya tiba di tempat saya menunggu dengan mendorong motornya. Dia bilang, motor itu mogok dua kali. Huhuhu, kami mencoba memperbaikinya di jalan, tapi sepertinya si motor memang harus masuk bengkel. Tapi di mana bengkel buka malam-malam begitu, hari Minggu pula?

Saat Kak Jef sedang berusaha menyalakan motornya dan saya memegang ponsel berlampu, seorang bapak berbaju agamis lewat di sebelah kami dan menyapa kami. Beliau bertanya apakah kami sudah berbuka puasa atau belum sambil menyodorkan dua potong kue. Kami bilang, ‘Maaf, Pak, tidak usah, tidak apa-apa,’ karena kami memang tidak puasa dan tidak merayakan bulan Ramadan juga. Namun beliau tetap bersikeras memberikan kepada kami sambil berkata, ‘Ini ambil ya, tapi maaf tidak ada air.’ Saya dan Kak Jef jadi terharu sekali. Kami hanya bisa bilang terima kasih dan si bapak kembali berjalan. Betapa hangatnya suasana malam itu :3. Kami makan dengan lahap, terlebih Kak Jef, karena tenaganya yang sudah lebih dulu terkuras.

Baik, kembali ke si motor. Motor masih ga mau nyala, bolak-balik diganti businya. Kami habiskan hampir 20 menit untuk berusaha membuat si motor nyala. Sampai kaki capek melakukan starting pun, si motor tetap bergeming. Hmmm. Tak disangka, si bapak berbaju agamis putih itu datang lagi, dan memberikan air mineral dua gelas tanpa mengucapkan apa-apa. Kami berterima kasih sungguh kepada bapaknya, dan dengan sekali tengak, airpun habis kami minum. Si bapak kembali berjalan, dan kamipun memutuskan untuk mendorong saja motor ini.

Selama 15 menit mendorong motor, kami tidak menemukan bengkel. Yang kami temukan malah warung bakso hahahaa, maka kami mampir makan (lagi) dulu. Berjalan kaki sambil mendorong motor itu butuh tenaga ekstra. Setelah itu, kami berjalan lagi sekitar setengah jam sampai saya bilang saya kebelet pipis. Ketemu minimarket terdekat untuk pinjam toiletnya sekalian beli pemantik. Kak Jef mencoba melakukan sesuatu dengan busi dan pemantik yang akhirnya membuat si motor menyala! Huaaaaa akhirnya! Kami melanjutkan perjalanan pulang kami dengan penuh kehati-hatian, kalau-kalau si motor mogok lagi. Dia mogok satu kali lagi, tapi setelah itu perjalanan lancar sampai kos kami masing-masing.

Si motor mungkin sedang mengerjai Kak Jef dan saya, tapi lebih banyak mengerjai Kak Jef sih kelihatannya. Karena besoknya adalah ultahnya Kak Jef hahahaha.

Syukurlah pesanan karikatur bisa selesai tepat waktu juga, dan kamipun menerima kebaikan hati orang asing di tempat yang asing pula untuk kami. Terima kasih!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS