Naik Kapal Awu Jalur Kupang-Ende-Waingapu

Selasa, 11 Oktober 2022

Di akhir bulan September kemarin, saya harus pulang ke Kupang untuk seminggu karena ada kumpul keluarga membicarakan tentang adat pernikahan. Ada libur mid semester dari sekolah, dan kami pakai ini untuk kemon ke Kupang. Tahun depan saya mau menikah wkwkwk, jadi perlu ada kumpul keluarga untuk bicara hal ini. Kumpul keluarga ini bukan keluarga saya saja, tapi dari keluarga kak Jef juga harus ada perwakilan yang datang, supaya hal-hal adat yang penting pada saat peminangan nanti disepakati bersama. Saya datang dari Waingapu bersama Kak Jef dan Bapa Linda yang menjadi perwakilan keluarga dari Sumba Barat. Postingan ini tidak membahas pertemuan keluarga hahaha, saya mau cerita tentang pengalaman naik kapal.

Beberapa hari sebelum berangkat, saya mengecek tiket di aplikasi pesan tiket langganan. Harga tiket pesawat luar biasa mahalnya. Kalau biasa saya masih dapat di rentang harga 600-700an ribu sekali jalan Wgp-Kpg, sekarang paling murah 800an ribu, itu pun tidak setiap hari tiketnya bisa dapat 800an ribu. Kami memutuskan untuk berangkat dengan pesawat (dapat harga 900an ribu per orang, hiks) dan balik ke Wgp dengan kapal Awu. Tiket kapal jaaaaauh lebih murah, per orang hanya bayar 200 ribu lebih sedikit. Memang waktu tempuhnya tidak secepat pesawat (pesawat 45 menit – 1 jam 10 menit, kapal 24 jam alias sehari wkwkwk), tetapi ya supaya irit let’s go saja, toh belum pernah juga naik kapal jauh, hitung-hitung pengalaman :D

Kami diantar papa ke Pelabuhan Tenau jam 4 sore hari Jumat karena kapal rencana berangkat jam 5 sore. Sampai di sana, sudah penuh dengan orang-orang, dan kami tidak dapat tempat di dalam yang ada tempat tidur dan tempat cas ponsel. Kami pilih tempat di pinggir kapal, yang tidak dilewati orang lalu-lalang. Sebenarnya ada kamar-kamar VIP di dalam yang bisa diambil kalau mau istirahat tenang, bayar tentunya, tapi saya pikir itu tidak perlu karena saya mau merasakan bagaimana menjadi penumpang kasual wkwkwk. Jam 6 baru kapal benar-benar bergerak meninggalkan Tenau. Sekitar jam 7, sudah ada panggilan untuk ambil makanan yang disediakan oleh kapal. Makanannya lumayan mengganjal perut sampai besok pagi. Di tengah malam, hujan turun, dan kami kena percikan-percikan air dan sedikit genangan air hahaha. Ya dinikmati sajalah.

Ini kapal Awu yang kami tumpangi. Fotonya terlalu dekat jadi tidak kelihatan besarnya kapal ini


Mojok di pinggir kapal wkwkwk

Kapal singgah di Ende keesokan harinya jam 6 pagi. Penumpang-penumpang dari Ende naik, dan kapal berangkat lagi sekitar jam setengah 8. Panggilan makan pagi kami abaikan, karena bawa bekal pop mi dan bubur ala-ala eaaa. Untung juga tempat kami tidak kena terik matahari, jadi bisa santai banget jalan pagi itu. Setelah mager-mageran, saya jalan-jalan di seputaran kapal dengan Kak Jef untuk melihat-lihat, lalu kembali lagi dan tidur-tiduran, tak terasa sudah sampai di Waingapu. Kapal bersandar jam setengah 6, dan kami benar-benar sudah keluar dari dermaga jam 6 sore. Pulang dengan damai ke kos setelah dijemput oleh teman kos yang baik.

Matahari pagi

Selamat pagi, Ende!

Suasana di sisi kapal yang lain

Tangga ke lantai atas

Pojok minuman

Tempat tidur di dalam

Di mana-mana orang-orang duduk dan beristirahat

Di bawah tangga juga, yang penting bisa simpan barang

Bukit-bukit Sumba Timur sudah kelihatan

Demikian cerita-cerita naik kapal. Asik juga sesekali pergi-pergi dengan kapal. Selain murah, saya pun tidak mabuuuuk! Yey! :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS