Pada Suatu Sore yang Tiada Hujan

Rabu, 20 November 2013

Tuhan menggeser jari-Nya
Menunjuk pada suatu sore yang tiada hujan
Dia menerbitkan lengkungan indah
     dari wajah mereka yang mulai senja

Sore itu tiada hujan turun serta-merta
Tapi matahari yang hampir tenggelam di pelupuk barat
Membenturkan semburat jingga kebanggaannya
     pada lukisan lengkungan manis di antara pipi mereka

Damai tak terkatakan yang turun pelan-pelan
Berjatuhan dari sayap malaikat yang sedang memintal malam


Malang, November 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS