Tuhan menggeser jari-Nya
Menunjuk pada suatu sore yang tiada hujan
Dia menerbitkan lengkungan indah
dari wajah mereka yang mulai senja
Sore itu tiada hujan turun serta-merta
Tapi matahari yang hampir tenggelam di pelupuk barat
Membenturkan semburat jingga kebanggaannya
pada lukisan lengkungan manis di antara pipi mereka
Damai tak terkatakan yang turun pelan-pelan
Berjatuhan dari sayap malaikat yang sedang memintal malam
Malang, November 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar