‘Na Kura menyebutnya gula air. Mengingatkannya kepada Mama Tana yang suka merebus pisang atau ubi petatas dan melelehkan gula air itu untuk dimakan bersama. Mengingatkannya pada beberapa jerigen yang telah naik-turun kapal dari Sabu ke Timor, dari Lederai ke Kupang, dari Bolou ke Sikumana. Gula air berarti rumah, pulang; dari siapapun dia menerimanya, di kota manapun dia sedang pergi.
Malang, September 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar