Janti

Rabu, 31 Agustus 2016

Malam telah turun
meliputi kamar kecil ini.
Sementara telapak tanganku terasa pedas akibat memotong cabe
untuk makan malam tadi.
Detik-detik jam mengiris malam
pelan-pelan,
menghabisinya satu-satu;
tinggal aku yang masih terjaga
di tengah temaram lampion yang syahdu.
Aku teringat pada pendopo tempat kita mengadu pendapat.
Sebentar lagi, tidak lama lagi,
pendapat-pendapat itu mewujud di tangan-tangan jam
yang lupa berhenti.
Keras kepalaku mungkin sudah harus
melunak karena waktu yang fana.
Sepi dan hening diciptakan oleh perasaan.
Kamar ini telah tumpah oleh keping-kepingan malam.


Malang, Agustus 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS