Aktivitas di Akhir Mei

Rabu, 01 Juni 2016

Harusnya tulisan ini saya tulis kemaren, cuma karena aktivitas kemaren yang cukup menguras tenaga (di samping saya yang tidak punya internet di kosan selain untuk beberapa aplikasi pesan cepat), maka saya baru menuliskan ini ketika sudah dapat jaringan internet lewat perpustakaan kampus. Hehehe.



Tema besar aktivitas kemaren adalah tesis. Iya, belum beres-beres juga urusan tesis ini. Setelah seminar proposal, lalu mengerjakan beberapa revisi minggu lalu (belom bimbingan sih hahaha, bentar yaa Pak Dosen), mengajukan surat ijin penelitian dua rangkap di kampus, kemaren saya mengantarkan surat itu ke lembaga pemerintahan kesatuan bangsa dan politik. Ceritanya, saya mau melakukan penelitian di kepegawaian daerah. Namun, sebelum membawa surat ijin penelitian ke sana, saya harus mendapatkan surat rekomendasi dulu dari lembaga kesatuan bangsa dan politik tadi itu. Setelah mereka oke (alias sudah bawa proposal, ngisi formulir, tanda tangan di surat pernyataan plus materai, dan bawa kopian identitas), baru mereka bisa menerbitkan surat rekomendasi. Nah, surat inilah yang saya bawa ke kepegawaian daerah beserta surat ijin penelitian.

Saya pergi bersama Kak Jefri. Pagi sekitar jam 9 kami nge-print ringkasan proposal saya, lalu sarapan, mampir fotokopi identitas dan beli materai, lalu mengisi bensin, baru berangkat. Perjalanan memakan waktu setengah jam lebih (belum termasuk macetnya), karena jarak antara pom bensin yang dekat kos kami dengan kantor kesatuan bangsa dan politik itu lumayan jauh. Sampai di sana, jam 11 siang kurang 10 menit, lalu menerima kenyataan kalau orang-orang di bagian rekomendasi penelitian sedang ada kegiatan di luar, sehingga pelayanan baru buka jam setengah 2 siang. Mau balik, jauh juga, panas banget, apalagi cuaca di Malang sedang tidak tentu; pagi panas, siang hujan deras, siang panas, sore hujan deras sampe malam; kami memutuskan menunggu saja di sana. Sambil bercerita berbagai macam hal, mulai dari pekerjaan sampai wisudaan, kami kedatangan teman ngobrol baru: seorang nenek penjual nasi yang adalah langganan ibu-ibu kantor di situ. Kata beliau, ibu-ibu di kantor itu suka membeli nasinya kalo sudah jam makan siang. Saya bilang, orang-orang kantor sedang ada kegiatan, jadi mereka baru balik jam setengah dua. Ada sepuluh-lima belas menitan selepas kami bercerita soal rumah-nenek-di-mana dan rumah-saya-di-dekat-bakso-laris-daerah-hotel, sang nenek minta diri untuk pulang. Sudah hampir setengah jam dari kepulangan sang nenek, kami baru ngeh kalo ponsel beliau ketinggalan di kursi yang tadi diduduki. Kak Jefri bilang, mending ponselnya nanti dititipkan di ibu-ibu kantor saja kalo mereka sudah balik dari kegiatan, karena mungkin saja sang nenek baru akan mencari ponselnya ke sini besok.

Lamaaa menunggu, akhirnya orang-orang bagian rekomendasi penelitian datang dan layanan dibuka lagi. Saat saya masuk dan mengisi formulir dan surat pernyataan, hujan turun dengan deras. Duh, gak taunya setelah berkas saya diterima dan diproses menjadi surat rekomendasi, surat itu harus difotokopi sebelum masuk ke amplop. Saya keluar ruangan, ditanyai oleh Kak Jefri, menjelaskan, dan katanya biar dia saja yang fotokopi ke depan. Hujan-hujan, berbekal payung nganggur di depan dapur kantor, Kak Jefri pergi fotokopi surat-surat itu (lalu saya menunggu sambil harap-harap cemas semoga tempat fotokopiannya tidak ramai). Setelah Kak Jefri balik dengan fotokopian dan map tambahan (baik bangettttt, makasiiii Kak Jef!), saya masuk lagi untuk membereskan urusan surat-surat ini. Tidak terlalu lama, setelah ditandatangani dan dikasi cap, surat-surat penting itu saya lipat dan masukkan ke dalam amplop, minta diri pada orang-orang di sana, dan keluar dari ruangan.

Hujan masih deras. Kak Jefri bilang, dia sudah menitipkan ponsel sang nenek pada ibu-ibu kantor itu. Baru saja selesai bilang begitu ke saya, sang nenek datang dengan payung besarnya. Si ibu-ibu kantor juga keluar karena melihat nenek itu, dan mengembalikan ponselnya, dan bilang kalo Kak Jefri yang tadi nitip ke dia. Sang nenek terlihat senang sekali bertemu kembali dengan ponselnya, dan berterima kasih kepada ibu-ibu kantor itu, juga kepada Kak Jefri. Kami tersenyum saja hehehee, dan ikut senang karena sang nenek sadar ponselnya lebih cepat dari yang kami duga. Ketika itu, hujan mulai mereda, kami pamit pulang pada sang nenek yang masih bersukacita dengan si ibu-ibu kantor, dan menuju parkiran. Saat hendak mengambil helm, sang nenek menghampiri kami dan berniat memberikan uang, katanya untuk ongkos pulang. Kami terharu dengan perbuatan sang nenek ini, tapi kami merasa beliau lebih membutuhkan uang itu untuk angkot pulang. Saya bilang, uangnya buat nenek saja, dan beliau tidak putus-putus bilang terima kasih. Kami kemudian benar-benar pamit pada sang nenek, karena hujan sudah tinggal gerimis.

Ga ada dua menit keluar dari kantor, hujan yang tinggal gerimis itu kembali deras lagi. Kami yang tidak pake jas hujan langsung kebasahan, belok ke warung bakso dan memutuskan makan siang di sana saja sambil menunggu hujan reda. Baksonya, lumayanlah. Yang bikin baksonya enak sebenarnya bukan rasanya, tetapi karena dingin-dingin hujan dan makannya bareng Kak Jefri hahahaa. Sehabis makan, saya melirik arloji. Setengah tiga sore. Sepertinya masih nutut ke kepegawaian daerah, supaya urusan surat-suratan ini kelar sudah dalam sehari. Kak Jefri setuju, dan kami meluncur ke Balai Kota (kantornya memang di sana). Hujan sudah benar-benar reda (mungkin redanya hujan itu berkat makan bakso kami wkwkwk), dan sampai di kantor sana, kami menunggu bapak-bapak bagian umum (yang akan saya kasikan suratnya) sekitar lima belas menitan karena yang bersangkutan masih sholat. Selesai sholat, saya langsung mencegat beliau di depan pintu ruangan beliau (maap Pak, saya khawatir Bapak sudah akan ringkes-ringkes barang untuk pulang) dan bilang kalo saya yang bulan lalu datang minta ijin penelitian dan sekarang saya bawa surat ijinnya. Memang dasarnya orang sabar, beliau menerima saya dengan ramah, menerima surat saya dengan senang juga. Katanya, mulai hari Kamis sudah boleh bawa kuisioner, tetapi saya bilang minggu depan saja karena saya masih bimbingan kuisioner dulu sama Pak Dosen. Beliau tidak keberatan, lalu saya minta diri.

Kemaren saya banyak minta diri wkwkwkk.

Akhirnya, saya dan Kak Jef pulang untuk beristirahat di kos masing-masing. Terima kasih banyak, Kak Jef untuk segaaaaaaala bantuannya!

Tapi sampai di kos, saya tidak bisa istirahat. Papa mengirim pesan untuk mengecek kos adek saya, karena si adek katanya mau pindah. Jadi, sejam setelah saya sampai di kos, saya harus keluar lagi, melihat kosnya, mengabari Papa, dan pulang. Pulang sampai di kos, saya lapar, dan pesan paling ditunggu-tunggu adalah 'Su lapar?--Kak Jefri'. Saya keluar lagi untuk makan dengan Kak Jef, kemudian pulang, dan saya baru benar-benar tidur hahaha. Baru sadar kalo saya punya deadline vinyet untuk saya kirim kemarin, tapi sudah tidak punya tenaga lagi, sehingga saya memutuskan untuk mengerjakan dan mengirimkan vinyet hari ini saja wkwkwkk.

Terima kasih, bulan Mei, dengan dinamikanya! Kak Jefri dengan kehadirannya dan bantuannya dan cintanya, pihak kampus dengan dorongannya supaya tesis saya cepat kelar, orang-orang di kesatuan bangsa dan politik juga di kepegawaian daerah dan Kak Eko yang sudah membantu prosedur penelitian, sang nenek dengan senyum sukacitanya, juga keluarga yang selalu mendukung. Terima kasih! Terima kasih 1000! ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS