Pak Agni adalah mentor saya. Di pertengahan tahun 2012 beliau menjadi manajer di salah satu direktorat di kampus S1 saya, dan saya berkesempatan untuk berkegiatan bersama beliau, dan belajar banyak hal. Tahun 2013 sampai 2014 saya melepas beberapa kegiatan untuk fokus menyelesaikan studi S1 saya, dan sudah tidak berkecimpung di kegiatan bersama Pak Agni. Namun, pembelajaran selama satu semester lebih di tahun 2012 selalu saya jadikan sebagai inspirasi di kala saya memikirkan 'hal-hal ribet orang dewasa', yaitu tentang mimpi dan karya nyata.
Tahun 2015 ini, Pak Agni balik ke Bandung. Beliau tidak lagi menjadi manajer direktorat kampus, tetapi kembali berkarya di kota asalnya itu. Adi, teman saya, mengabari saya bahwa kereta api yang akan ditumpangi Pak Agni ke Bandung akan berangkat di hari Minggu siang, 8 Maret, setengah tiga. Saya dan Adi berencana untuk bertemu dengan Pak Agni, sehingga kami menunggu beliau di taman depan stasiun kota baru. Eh, ternyata yang mau berangkat malah belum datang hahaha, dan Adi akhirnya menjemput Pak Agni ke stasiun, sementara saya menunggu di taman itu sambil baca beberapa buku.
Saya dan Adi memang berniat memberikan oleh-oleh buku ke Pak Agni. Beliau suka membaca memang. Bacaannya biasa berkisar di bidang kepemimpinan, karakter, dan pendidikan. Adi membawakan beberapa buku tentang itu, dan juga buku tambahan untuk ibu hamil, karena istri Pak Agni, Bu Aini, sedang hamil dan Adi merasa buku itu bagus untuk dibaca oleh Bu Aini. Adi juga ternyata memberikan buku tentang pendidikan bagi saya juga. Ah, si Adi mah baik pisan :D Saya sendiri membawakan satu buku dari rak buku saya yang baru selesai saya baca untuk Pak Agni, yaitu buku tentang eneagram.
Setelah menunggu beberapa saat, Pak Agni dan Adi tiba di stasiun dan menghampiri saya di taman. Saya senang sekali akhirnya bisa bertemu dengan Pak Agni setelah sekian lamaaaaa, dan kami memutuskan untuk ngopi di warung samping taman. Nggg, Pak Agni-nya yang ngopi sih, sama makan siang juga, sedangkan saya dan Adi nge-Pop Ice. Hahaha. Kami bertukar kabar, bertanya ini itu, menggali informasi sana sini, sampai akhirnya Pak Agni 'memanas-manasi' kami dengan kabar bahwa salah satu alumni kampus kami sekarang berada di Inggris untuk bersekolah dengan beasiswa dari pemerintah Indonesia. Whaaatt??? Oke saya rasa Pak Agni berhasil membuat kami terkesima dengan prestasi alumni itu dan mendorong kami untuk mengikuti jejaknya, melamar beasiswa. Beliau berkata, kesempatannya besar sekali, apalagi buat kami, untuk bisa mendapatkan beasiswa dari pemerintah Indonesia itu. Aish, Pak Agni tidak tahu betapa saya sangat terusik dengan kabar mengenai beasiswa hahaha, karenanya setelah pulang saya langsung mencari informasi tentang beasiswa tersebut :p
Pak Agni juga bercerita tentang 'medan karya' baru yang akan digarapnya; menjadi guru di rumah belajar yang mengusung tema holistik di Bandung, dan jujur saja itu adalah rumah belajar incaran saya setelah lulus kuliah hahaha. Beliau menyatakan kekagumannya kepada anak-anak sekolah di sana yang mampu membuat film pendek dan juga menghayati perjuangan kemerdekaan Indonesia lewat gameboard yang sempat diliput oleh media. Mungkin Pak Agni hanya bermaksud menyampaikan informasi, tapi secara tidak langsung saya merasa bersemangat untuk mencoba 'nyemplung' ke rumah belajar itu juga untuk ikut berkegiatan dan belajar bagaimana konsep-konsep unik bisa diterapkan di rumah belajar ini. Saya mengutarakan keinginan saya ini, dan beliau menyarankan saya untuk mencoba, supaya ketika saya pulang ke Kupang, saya sudah punya 'bekal' untuk ngajar.
Waktu keberangkatan kereta hampir tiba, dan sebagai penutup bincang siang seru kami, kami berfoto bersama aka selfie :p (akhirnya punya foto bareng Pak Agni juga hahaha) dan membayar makanan dan minuman kami. Kami berjalan menyusuri taman menuju stasiun, mengantar Pak Agni ke depan pintu keberangkatan, dan saling mengucapkan 'semoga sukses'. Pak Agni bilang, 'Sukses untuk Adi di bidang marketingnya, dan sampai jumpa untuk Ayu di Bandung atau di London.' Amiiiin Pak! :D
Kami melambaikan tangan dan salam metal, lalu bergerak menuju tujuan masing-masing. Sudah setengah tiga siang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar