Tengah malam ini kepala saya tiba-tiba terusik karena teringat pada sebuah quote yang pernah saya dengar di gereja di suatu hari Minggu. Quote itu tentang sebuah konsep ruang hampa udara, hati, dan Tuhan, dikemukakan oleh seorang fisikawan. Satu jam mencari, saya hanya berputar-putar pada nama Isaac Newton, yang menurut dugaan saya dialah yang mencetuskan quote itu. Tapi sayangnya, saya tidak menemukan apa yang saya cari. Memang banyak nama fisikawan yang bisa jadi pilihan saya untuk mencari di Google, tapi nama fisikawan yang nyantol di kepala saya hanyalah Isaac Newton. Bukan Albert Einstein, karena seingat saya memang bukan nama Albert Einstein yang berhubungan dengan quote yang saya cari itu. Dasar pengetahuan fisikawan saya yang sedikit hahaha. Putus asa, saya menulis di Twitter saya bahwa saya melupakan sebuah quote. Beruntungnya tweet saya dibalas oleh dosen di kampus saya, dan saya mengutarakan bahwa saya sedang mencari quote dari fisikawan yang ada kekosongan, ruang hampa, hati. Dosen saya menyebutkan Blaise Pascal dan God-shaped vacuum-nya. Buru-buru saya memasukkan kata kunci itu di Google dan sayapun menemukannya. Ini dia:
“There is a God-shaped vacuum in the heart of every person, and it can never be filled by any created thing. It can only be filled by God, made known through Jesus Christ.” (Blaise Pascal)
Untung, saya juga menemukan tulisan Pascal yang dikutip oleh seorang penulis blog bernama Sarah dalam blognya It's Just Me:
“What else does this craving, and this helplessness, proclaim but that there was once in man a true happiness, of which all that now remains is the empty print and trace?
This he tries in vain to fill with everything around him, seeking in things that are not there the help he cannot find in those that are, though none can help, since this infinite abyss can be filled only with an infinite and immutable object; in other words by God himself.”
[Blaise Pascal's Pensees (New York; Penguin Books, 1966), page 75.]
Kita, manusia, sebenarnya memiliki ruang kosong tak terbatas, atau meminjam istilah Pascal, infinite abyss yang hanya bisa diisi oleh infinite and immutable object, yaitu Tuhan sendiri. Kita mencari-cari apa yang dapat mengisi kekosongan itu, yang ada dalam diri kita. Kita mencoba semua hal yang menurut kita mampu membuat kita merasa 'penuh'. Apa sebenarnya yang kita cari? Sebuah kepenuhan. Kepenuhan yang mampu membuat kita lengkap, utuh.
Telah sadarkah kita bahwa kekosongan itu hanya dapat diisi oleh Tuhan? Lalu, sudahkah Tuhan yang mengisinya? Atau kita telah mengisinya dengan hal-hal lain selain Tuhan?
Biarlah pertanyaan-pertanyaan ini membantu kita untuk berefleksi, sejauh mana kita telah menempatkan Tuhan dalam hidup kita.
God bless you, all! :)
PS: Thanks to Ibu Lydia Indriati because the very first time I heard this quote was from her in church, to Pak Hari Kristopo because he replied my tweet when I tried to find the quote, to Sarah because she shared the correct quote of Pascal in her blog, and to someone out there who ever shared his story with me related with the Pascal's quote ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar