*renungan ini selalu dikirimkan oleh Ibu Rektor di kampus saya untuk semua sivitas akademika via email. Saya salin-tempel tanpa suntingan di sini, sebagai pengingat bagi saya pribadi ;)
Semester genap 2013-2014 sudah kita jelang, tepatnya tanggal 24 Februari 2014. Bagaimana kita menjalaninya? Samakah dengan semester-semester yang lalu? Tahun-tahun yang lalu? Sehingga sebenarnya kita hari ini adalah apa yang kita kerjakan pada tahun-tahun yang silam, pada semester-semester yang sudah berlalu. Jika, ya…… maka 1 tahun atau 5 tahun ke depan kita, tampaknya akan sama dengan kita hari ini. Pepatah negeri Tiongkok mengatakan "Bila kita ingin mengetahui masa lalu kita, lihatlah kita pada kondisi saat ini. Bila kita ingin mengetahui masa depan kita, lihatlah tindakan-tindakan kita saat ini". Maknanya seperti yang diungkapkan oleh Aristoteles: "Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang …". Jadi proyeksi ke masa depan kita ditentukan oleh tindakan-tindakan kita dari hari ini ke depan……
Puaskah kita dengan apa yang sudah kita jalani hari ini? Apakah kita memiliki keinginan untuk melakukan hal-hal yang lebih baik dari waktu-waktu yang telah kita habiskan di masa silam sampai membentuk kita yang hari ini? Semuanya bergantung pada PERUBAHAN yang ingin kita ciptakan. Baik untuk diri sendiri, bahkan keluar dari diri kita: untuk orang lain, untuk institusi, untuk keluarga, untuk bangsa dan Negara. Perubahan yang seperti apakah yang kita ingin ciptakan? Perubahan yang bersifat rohani, atau yang duniawi? Apapun itu, semoga membawa kita kepada hikmah dan kebijaksanaan.
Hillary Rodham Clinton menulis buku berjudul It Takes a Village: And Other Lessons Children Teach Us (1996) yang merupakan bijaksana yang berasal dari African proverb "it takes a village to raise a child". Lantas saya memodifikasinya menjadi "It takes a campus to raise a student", bahkan "It takes a campus to raise ourselves".
Sebagai masterpiece Tuhan, entah kita berada dalam posisi sebagai dosen, staff, mahasiswa…… kita berjalan menuju masa depan. Yang membawa kita pada perubahan, entah kita suka atau tidak. Perubahan yang seperti apa, sangat ditentukan oleh tindakan-tindakan yang kita lakukan sekarang. Dalam perjalanan kita berubah, kita dibentuk oleh kepekaan kita menanggapi perubahan, oleh kesadaran untuk menghargai diri kita sebagai makluk ciptaan Tuhan yang mulia, dan digerakkan oleh kehendak kita, untuk meresponi panggilan hidup yang akan kita jalani. Berada di dunia pendidikan, apalagi yang bernama Universitas, tuntutan terhadap tanggungjawab pendidikan tidak bisa kita hindari apalagi dilepaskan begitu saja. Sebagai komunitas ilmiah tingkat tinggi, kita ditajamkan, diasah dan mengasah diri, untuk menjadi insan-insan kamil, yang diidealkan Tuhan sang pencipta, dan yang diharapkan masyarakat. Tentunya yang seharusnya kita juga inginkan, sebagai respon terhadap tanggungjawab hidup yang telah dipercayakan kepada kita. Lantas bagaimana caranya? It takes a campus to raise ourselves.
Dosen sebagai pendidik, memiliki porsi terbesar didalam melakukan perubahan bagi kampus. Dengan keteladanannya, dosen dituntut untuk menjadi pembelajar yang layak diteladani, untuk menjadi pendidik yang memberikan inspirasi, membangun minat belajar dan menjadi contoh didalam proses belajar mengajar itu sendiri. Tanggungjawab ini pastilah tidak mudah. Tapi harus dibangun atas dasar kerendahan hati dan semangat untuk terus bertumbuh ……. menjadi teladan.
Mahasiswa sebagai pembelajar, memiliki tanggungjawab untuk terus menerus menajamkan diri, mengasah diri, sehingga layak disebut masterpiece Tuhan, "the right people, with the right skills and the right values". Mempersiapkan diri, menjadi insan yang membawa perubahan positif bagi lingkungan di mana kita berada. Mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bertanggungjawab.
Staff sebagai pendukung kelancaran proses belajar mengajar memegang peran yang sangat penting, sebagai fasilitator dan teladan nyata, yang memberi pengaruh terhadap perubahan kampus. Dengan perannya dalam memberikan layanan prima, dengan setiap pelayanan yang dipersembahkannya bagi kemajuan kampus……
Kepada setiap kita yang mengambil bagian di kehidupan kampus, kita saling menajamkan diri, melalui sebuah proses panjang yang disebut pendidikan. Hendaklah kita mau terus berbenah diri, menjadi pribadi-pribadi yang rendah hati, sadar diri, dan terus berproses, menghitung hari-hari kita sedemikian sehingga kita beroleh hati yang bijaksana, sehingga kita lebih mampu melihat masa depan kita, dari apa yang kita kerjakan setiap harinya, mulai dari sekarang. Biarlah kita diberi kepekaan untuk melihat kehidupan kita sendiri, keluarga kita, orang-orang disekeliling kita ……, bagaimana setiap manusia menjalani dan bertanggungjawab atas pilihan-pilihan hidupnya.
Selamat memasuki semester baru, dengan kepekaan baru, kesadaran yang semakin tajam bahwa kita dan tindakan kita hari ini dan hari-hari ke depan, menentukan kita di masa depan.
Malang, 24 Februari 2014
Leenawaty Limantara
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar