Perasaan Aneh Lain Tentang Hewan

Rabu, 24 April 2024

Semenjak pindah ke Waingapu dan belajar memelihara hewan, ada perasaan aneh yang timbul di dalam diri saya ketika harus mengolah hewan yang dipelihara untuk bisa disantap. Contohnya ayam. Saya dan Kak Jef memelihara beberapa ekor ayam, yang kemudian menjadi banyak karena mereka berkembang biak. Setiap hari memberi makan mereka secara berkala, pagi dan sore, melihat mereka bertelur, mengeram, dan telur-telur menetas menjadi anak ayam, rupanya selain memperkaya pengetahuan dan pengalaman akan memelihara ayam, tapi juga memberi ikatan perasaan antara pemberi makan dan para ayam. Ayam mengenal pemiliknya, menghafal bagaimana kami datang (suara motor, langkah kaki), dan menjadi jinak untuk dipegang. Pertumbuhan ayam mudah diikuti, tapi perawatan ayam yang sakit benar-benar harus ekstra, seperti memberinya minum jamu khusus, vitamin, dan suntik bila perlu. Interaksi seperti ini ternyata bagi saya menjadi faktor besar yang mempengaruhi saya saat mengonsumsi daging ayam.

Jika di waktu senggang Kak Jef berkata: "Potong ayam 1 ko, ketong makan", saya mulai merasa tidak tega. Ayam-ayam yang kita pelihara berminggu-minggu ini mau dipotong dan dimasak lalu dimakan? Oh noooo. Ada perasaan kasihan, dan hati yang tidak nyaman. Ujung-ujungnya saya akan bilang: "Aii kasian e", dan akhirnya mereka tidak jadi dipotong hahaha.

Dulu saya melihat daging apapun sebagai makanan yang sudah siap disantap di atas meja. Tidak ada perasaan lain selain ya itu daging untuk dimakan. Tetapi sejak memelihara ayam, saya merasa tidak terlalu ingin makan ayam, apalagi ayam yang saya pelihara, yang saya kenal, yang berkokok setiap pagi. Babi pun demikian, khusus babi yang kami pelihara sendiri. Aneh memang :-/

Perasaan aneh lain ketika di jalan saya berpapasan dengan mobil pick up yang berisi anjing-anjing dengan kayu palang di leher mereka. Waktu saya belum tahu, saya tanya ke Kak Jef, itu anjing-anjing kenapa banyak dan ada kayu di leher. Kak Jef bilang kalau itu anjing dijual dan biasanya akan dijadikan RW. Saya sungguh tidak tega melihat mata mereka, sedih sekali. Saya tidak makan RW, dan sebagai yang memelihara anjing, saya benar-benar jatuh kasihan dengan anjing-anjing itu.

Hidup hewan singkat sekali memang :((

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS