Nakura Corner

Minggu, 03 Desember 2023

Setelah melalui pergumulan panjang yang menahun, akhirnya mulai bulan ini saya secara resmi membuka jasa gambar ilustrasi, atau yang lazim disebut *OPEN COMMISSION* di dunia gambar-gambar. Benar pergumulan panjang, karena saya selalu berdebat di dalam pikiran saya sendiri, apa ada orang yang mau beli ilustrasi yang saya gambar? Hahaha. Selama ini, saya memang suka menggambar dan memberikan kepada orang-orang jika saya menggambar mereka berdasarkan foto mereka yang cakep-cakep. Lebih jauh lagi ke belakang, sering kolaborasi dengan beberapa teman untuk mengisi buku atau majalah yang mereka asuh. Pernah bikin gambar untuk undangan nikah teman, dan diberikan hadiah kain selendang sebagai balasannya. Untuk waktu-waktu itu, saya sangat bersyukur.

Keputusan untuk membuka jasa gambar ilustrasi ini sedikit banyak didasari oleh keinginan untuk meramaikan ragam kado di tempat saya tinggal. Kebanyakan pilihan kado di sini berupa barang-barang lucu yang bisa ditemukan di toko, atau buket bunga, atau tenunan. Sejauh yang saya amati, gambar ilustrasi belum ada di sini.

Jasa yang saya tawarkan ada 2, yaitu ilustrasi berupa soft file dan ilustrasi cetak berbingkai. Untuk ilustrasi soft file, klien (ciaaah klien dong :D) akan mendapat file gambar dalam bentuk JPG dan PNG (atau salah satu tergantung pilihan klien) dan akan dikirimkan melalui link Google Drive atau Document WhatsApp (ini juga pilihan klien). Gambar ilustrasi itu dapat digunakan untuk kebutuhan digital, misalnya foto profil, kado gambar digital, atau wallpaper/screen lock ponsel.



Untuk ilustrasi cetak berbingkai, klien akan mendapat art print yang langsung dipasang di dalam bingkai, dengan ukuran bingkai tertentu sesuai kebutuhan klien. Ilustrasi cetak berbingkai ini dapat digunakan sebagai kado ulang tahun, wisuda, pernikahan, anniversary, kenang-kenangan untuk pembicara di seminar atau kegiatan institusi lainnya. Khusus ilustrasi cetak berbingkai ini, sementara saya layani untuk kota tempat saya tinggal dulu, karena belum bisa beri garansi kalau pecah di tengah jalan.


Pemilihan nama 'Nakura Corner' sebenarnya tidak ada arti filosofis wkwkkw, maklum tidak punya skill untuk menciptakan nama yang ear-catching. Nakura adalah nama Sabu saya yang diberikan oleh Nenek saya, mengganti nama nenek buyut saya. Corner, biar Nakura-nya ga kosong-kosong aja sih hahaha, jadi ditambahi kata Corner.

Yah kira-kira begitulah ceritanya. Semoga Nakura Corner bisa berkembang, begitu pula skill gambar saya hehehe. SemangART!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS