2022 Lewat-Lewat

Kamis, 16 Februari 2023

Seharusnya catatan ini terbit di Januari, tetapi karena kemalasan (dibungkus dalih kesibukan) membuat saya menunda menulisnya hingga Februari. Hehehe. Oke inilah review tahun 2022 saya!

Sakit telinga
Tahun 2022 dibuka dengan sakit telinga yang menjengkelkan. Telinga saya panas dan gatal, membuat saya selalu ingin untuk membersihkannya dengan cotton bud. Langkah ini keliru, karena tindakan paling tepat untuk menangani organ tubuh bagian dalam yang sedang sakit adalah ke dokter, bukan berusaha mencari artikel-artikel kesehatan di Google dan minum obat-obat tanpa petunjuk dokter. Dari Januari hingga September saya bergumul dengan sakit telinga ini. Di Waingapu pun tidak ada dokter spesialis THT untuk saya periksakan telinga saya. Bersyukur di bulan September saya ke Kupang, dan ambil kesempatan ini untuk periksa ke dokter spesialis. Sakit telinga saya itu adalah Otitis Eterna, yang dengan kamera sebesar lidi oleh dokter ditunjukkan bagian dalam telinga saya yang sudah meradang parah sekali. Setelah dibersihkan dan dapat obat tetes dan obat minum, hanya dalam 1 minggu telinga saya normal seperti sediakala. Pergumulan 9 bulan selesai hanya dalam 1 minggu. Karena sakit ini, saya jadi sadar bahwa memang benar fasilitas kesehatan sangat tidak merata. Tidak banyak dokter spesialis di kabupaten, membuat orang-orang yang sakit hanya dapat bergantung pada dokter umum, dan bila harus mendapatkan perawatan yang lebih intens, harus pergi ke Kupang atau Denpasar. Yang artinya ada biaya lagi. Ada perasaan tidak adil, tapi apa yang bisa saya buat? Tidak ada juga. Sangat berharap fasilitas kesehatan yang tepat bisa dinikmati oleh semua orang di daerah manapun.

Menggambar digital
Di sepanjang tahun 2022 saya juga rajin menggambar secara digital, karena di awal tahun refleks check-out stylus universal di Tokped. Saya beli karena penasaran, dan dengan bantuan aplikasi Ibis Paint X di ponsel saya, saya bisa merasakan pengalaman menggambar digital. Enak, tidak perlu tinta dan kertas yang banyak. Saya jadi sedikit memahami tentang brush, layer, coloring. Tidak enaknya, layar ponsel kecil, jadi ketika menggambar, saya lebih sering zoom in-zoom out. Saya pikir menggambar di tablet akan lebih lega karena lebih luas, karena itu yaaaak mari manifesting punya tablet di 2023! Wkwkk. Pengen refleks check-out tablet juga, tapi hahaha uang-uang tabungan sekarang sedang ditujukan kepada hal yang lebih urgent: menikah di tahun 2023 (akhirnya sampai juga di masa ini ya XD).

Untuk mendapatkan inspirasi art (karena inspirasi bisa datang lewat melihat hehehe), saya follow artist base di Twitter, join grup digital art di FB, dan melihat tutorial di Youtube. Scroll di IG dan Pinterest sudah tentu, tetapi melihat geliat seniman-seniman digital yang besar maupun kecil di komunitas ternyata punya feel yang berbeda. Terasa ada pertukaran energi, dan meskipun saya hanya silent reader, saya menikmati melihat proses orang-orang dan komentar-komentar positif di karya-karya yang tampil di komunitas. Berharap skill menggambar bisa meningkat!

Jurnal mimpi
Ada satu kebiasaan yang saya lakukan sejak lama, tetapi lebih rutin saya lakukan di tahun 2022, yaitu mencatat mimpi. Dalam perbandingan 1 minggu 7 hari, saya bisa bermimpi 5 hari, 2 harinya tidak. Kadang mimpi bagus, kadang mimpi biasa saja (cenderung membingungkan), kadang mimpi tidak bagus, kadang mimpi diingat, kadang juga mimpi susah diingat lagi. Tidak jarang mimpi saya sudah pernah saya mimpikan di waktu-waktu yang lebih lama, dan muncul lagi di mimpi yang sekarang. Tidak ada maksud tertentu mencatat mimpi-mimpi, hanya sebuah rutinitas impulsif saja setiap bangun pagi. Mungkin karena mimpi selalu cepat menguap dan terlupakan, saya hanya ingin mencatatnya untuk mengingat kembali di masa-masa yang akan datang.

Pekerjaan
Pekerjaan saya masih begitu-begitu saja, tidak ada perubahan dan perkembangan yang signifikan. Benar-benar biasa saja, tidak ada gejolak yang gimana-gimana banget. Mungkin ini yang dinamakan zona nyaman ya hahaha. Beberapa kali saya berpikir untuk mencari pekerjaan baru (pernah saya tuliskan juga di refleksi tahun lalu), tetapi di kabupaten tempat saya tinggal sekarang sangat sulit mencari pekerjaan (di ibukota propinsi saja syulit pol, apalagi di kabupaten). Sempat terlintas untuk ikut tes pegawai negeri, tetapi malas juga walau sudah disuruh-suruh orang tua. Di satu sisi, pengen pekerjaan yang dinamis dan membuat semangat setiap hari, tetapi di sisi lain pengen kestabilan isi rekening untuk waktu yang lebih panjang wkwkkw. Ribetnya dunia orang dewasa ya. Belum lagi ada perasaan ingin seperti teman-teman lain yang kerjanya mobile, bisa kemana-mana, lihat tempat baru, bertemu orang baru, lingkungan kerja yang baru, terasa mungkin lebih seru dibandingkan pekerjaan saya yang hampir seharian duduk di kursi dan meja kerja (potong beberapa menit ke toilet wkwk), berhadapan dengan layar komputer yang CPU nya kadang error minta diservis, angka-angka, uang, orang tua membayar tagihan, dan suara ribut anak-anak dari kelas sebelah. Pengeluhan ini bisa saja tidak ada bila saya berani mengambil langkah besar untuk mencari pekerjaan di luar kabupaten atau propinsi, tapi memikirkan langkah seperti apa yang harus diambil saja seperti tidak ada jalan. Hal yang hampir pasti ada di benak saya adalah saya tidak bisa tua bekerja di lembaga yang sama untuk bertahun-tahun yang lebih panjang. Sejak masuk di tahun 2017 saya pikir saya tidak harus ambil kontrak yang panjang-panjang, tetapi menemukan diri saya di tahun 2022 yang masih di tempat yang sama dengan komunitas yang tidak jauh berbeda (pusat dan cabang) memberikan pandangan lain untuk saya: jangan-jangan ini memang jati diri saya, bekerja di sebuah tempat dalam rentang waktu yang luaaaaama tanpa ada perkembangan yang berarti. Sepanjang tahun saya hanya memikirkan ini, dan sepertinya akan berlanjut di tahun-tahun berikut selama saya tidak ada langkah baru. Entahlah.

Kira-kira begitu sih 2022 saya. Sakit telinga benar-benar menguras 9 bulan saya di tahun 2022, sampai tidak punya terlalu banyak waktu untuk mengerjakan hal lain selain memikirkan sakit itu. Mengerjakan hal lain pun harus sambil memikirkan sakit telinga. 3 bulan berikutnya pun berlalu cepat saja karena saya hanya fokus untuk perawatan pemulihan. Tidak banyak lihat tempat baru, hidup berjalan konstan dan monoton, energi tersimpan terlalu banyak hahaha. Keluarga baik, peliharaan sehat, saya pun sudah bisa mengendarai motor sendiri hehehe. 2023 semoga memberi warna baru ya, di hidup yang mulai monokrom ini, duh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS