Ketika sudah di kelas 3 atau 4 SD, saya dikasih sebuah buku agenda (ini lupa dari siapa). Di sana satu halamannya dibagi untuk dua hari. Bukannya menulis, saya isi dengan coret-coretan gambar dan balon dialog kayak komik. Seperti matahari yang berbicara, atau awan-awan yang turun hujan. Saya gambar lepas-lepas saja, dan lucunya saya suka juga. Menyenangkan. Tapi ini tidak berlangsung lama. Buku agenda habis kertasnya, tugas sekolah juga banyak jadi tidak sempat lagi bikin gambar-gambar. Sampai di kelas 6 SD, ada menggambar sedikit, gambar peta hahaha. Tapi itu kan gambar yang harus sama persis (kami disuruh gambar di buku gambar A3 dan diwarnai, atau kalau merasa tidak bisa mirip, pakai kertas millimeter). Menggambar peta sampai mirip memberi kepuasan tersendiri, tapi cukup tertekan saya saat mengerjakan itu. Alias dalam pikiran saya, ngapain sih harus sama? Mending difotokopi kan ya? :p. Masuk SMP, ada juga kegiatan menggambar: menggambar sel bawang dilihat dari mikroskop. Hahaha. Duh, sungguh memusingkan, karena bentuknya abstrak. Juga menggambar bunga dan bagian-bagiannya. Aktivitas menggambar tidak lagi menyenangkan, tapi penuh dengan dikte ‘harus persis’, ‘warna harus sama dengan warna asli’, dan banyak aturan lain yang bikin kegiatan menggambar ‘kok jadi gini ya’. Maka saya pun tidak lagi merasa tertarik untuk menggambar.
Keinginan untuk menggambar baru muncul lagi saat kuliah. Dimulai dari menggambar orang. Yah walaupun gambar-gambar awal saya waktu itu sangat kaku (kalau dilihat sekarang sih itu termasuk kaku, tapi kalau waktu saya gambar dulu, saya pikir sudah cukup bagus hahaha). Dapat akses internet kencang di kampus membuat saya browsing ke sana kemari. Saya cari-cari artikel tentang Harry Potter karena saya gemar sekali dengan dunia Harry Potter ini. Ketemu banyak sekali fan art yang keren-keren dan lihat bahwa hasil gambar mereka itu tidak sama persis dengan tokoh-tokoh dalam cerita Harry Potter. Banyak yang menggambar Harry, Ron, dan Hermione dengan gaya gambar mereka sendiri (saya paling suka dengan gaya Tim Burton, aduh keren sekali). Karena banyak melihat gambar-gambar yang menarik seperti itu, maka saya pun jadi sadar bahwa menggambar ya tidak harus persis dengan gambar aslinya. Diwarnai ya tidak harus sesuai dengan warna aslinya, boleh hitam putih, boleh arsir-arsir. Yang seru dan asik-asik saja buat diri sendiri, yang penting senang pada saat menggambar. Juga saya sadar, menggambar itu tidak harus rapi dan bersih, boleh berantakan dan coret-coret. Atas dasar ini, maka saya pun mencoba banyak gaya menggambar, dan mengganti warna dengan teknik arsir (yang tentu saja tidak sesuai kaidah arsir yang benar wqwq). Gaya gambar coret-coret saya sekarang paling banyak dipengaruhi oleh Brigid Fox atau lebih dikenal dengan Burdge Bug. Burdge lebih banyak menggambar dengan pensil dan sketsa-sketsanya sangat menarik karena banyak garis-garisnya.
Ginny Weasley, dari DeviantArt Burdge
Selain menggambar orang, saya juga coba-coba bikin gambar bangunan, jelas pakai referensi. Kayaknya asik betul lihat sketsa bangunan para arsitek di internet. Setelah digambar, wahhhh agak susah ternyata hahaha. Tapi tidak patah arang, saya kembali bersemangat dengan prinsip: ‘menggambar tidak harus persis’ dan ‘menggambar itu boleh berantakan dan coret-coret’. Jadi juga gambar-gambar bangunan, kebanyakan rumah. Untuk pewarnaannya, kadang saya biarkan hitam putih, kadang saya arsir (tapi arsirnya berlebihan, karena saya selalu bingung menentukan bayangan dan arah cahaya jatuh :p), dan sering gemas juga kalau tidak diwarna, sehingga mewarnanya secara digital. Takut mengotori sketsa manual di kertas sih alasannya hahaha :p.
Semua gambar yang saya buat selalu di kertas. Langsung pakai drawing pen kalau tingkat kepercayaan diri saya sedang tinggi hahaha. Kalau ragu-ragu atau mengerjakan pesanan gambar, biasanya pakai pensil dulu. Dulu sering ditawari untuk mengisi ilustrasi di buku-buku cerpen yang terbit indie, juga dengan majalah sastra lokal yang terbit berkala. Pernah juga bikin ilustrasi untuk undangan pernikahan, sampul buku, dan artwork untuk promosi kegiatan. Tapi semua itu dulu. Sekarang saya hanya menggambar untuk diri saya sendiri, karena menggambar untuk pesanan-pesanan itu seringkali banyak revisinya mengikuti orang yang memesan, sementara saya suka gambar-gambar saya apa adanya jika sudah selesai. Saya lebih suka menyenangkan diri sendiri daripada menyenangkan orang lain tapi saya sendiri tidak senang :p :p.
Saya juga sering membaca-baca tweets Om Pinot di Twitter yang sering membahas tentang motivasi menggambar, atau tentang karya yang dikomersilkan, dan masih banyak lagi. Bagus untuk menambah wawasan :D.
Meskipun sudah menemukan gaya menggambar, saya masih suka lihat-lihat beragam gaya gambar lain yang menyenangkan hati saya. Berikut ini adalah dari para ilustrator maupun komikus favorit saya:
1. Grant Snider
Tangkap layar dari blog Incidental Comics
Membuat Incidental Comics, dan sudah menerbitkan tiga buku: The Shape of Ideas, What Color is Night?, dan What Sound is Morning?. Bisa ditemui di blog Incidental Comics.
2. Jeff Kinney
Tangkap layar dari website WimpyKid.com
Bosnya The Diary of A Wimpy Kid. Buku-bukunya semua seri Diary of A Wimpy Kid, juga yang baru terbit: Rowley Jefferson’s Awesome Friendly Adventure. Bisa ditemui di blog WimpyKid.com.
3. Dave Garbot
Tangkap layar dari blog Dave Garbot Illustration
Ilustrator gambar anak-anak yang sudah menerbitkan banyak buku seri Cartooning for Kids!, juga membuat logo, juga beberapa ilustrasi untuk komersial. Dapat dijumpai di blog Dave Garbot Illustration.
4. Hai Rembulan
Tangkap layar dari blog Hai Rembulan
Hai Rembulan punya gaya menggambar yang selalu mengingatkan saya pada majalah masa kecil. Selalu suka bikin zine dan keterampilan tangan lainnya. Sangat kreatif. Hai Rembulan dapat ditemui di blog Hai Rembulan.
5. Becca Horne
Tangkap layar dari IG drawacity
Proyek Draw a City-nya benar-benar cantik. Bisa dilihat di IG drawacity.
6. Gavin Aung Than
Tangkap layar dari website Zen Pencils
Membuat Zen Pencils, komik-komik dari quote atau kisah hidup orang-orang terkenal. Menerbitkan banyak komik dalam bentuk buku, dua di antaranya adalah Zen Pencils Cartoon Quotes from Inspirational Folks dan Zen Pencils Dream the Impossible Dream. Dapat dijumpai di website Zen Pencils.
7. A Little Drawer
Tangkap layar dari IG A Little Drawer
Gambar-gambarnya lembut dengan warna-warna yang lembut juga. Belum ketemu blognya juga, jadi sementara baru bisa ditemui di IG A Little Drawer.
8. Rukii Naraya
Tangkap layar dari IG komikrukii
Membuat Komikrukii yang cakep-cakep gambarnya. Selalu suka semua gambar di Komikrukii, baik yang hitam putih maupun yang berwarna. Bisa ditemui di IG komikrukii.
9. Kurnia Harta Winata
Tangkap layar dari IG kurniaharta
Membuat banyak komik dengan topik beragam, tapi yang paling saya sukai adalah komik tentang Yesus dan komikalisasi puisi. Sudah terbit banyak buku komik, sayanya yang belum beli-beli (dulu waktu masih tinggal di Malang, ga gercep beli online. Sekarang sudah pindah ke Waingapu, ongkirnya jadi mahal bangatttt huhuhu. Semoga suatu saat bisa beli semua buku-buku komiknya!). Dapat dijumpai di IG kurniaharta.
10. Kendra Paramita
Tangkap layar dari IG kendraparamita
Ilustrator sampul Tempo yang gambar-gambarnya selalu keren dan penuh makna. Bisa dilihat di IG kendraparamita.
11. Sibbil
Tangkap layar dari IG sibbil_
Ilustrator dari Thailand yang membuat komik Lazy Cooking di Line Webtoon Thailand dan Indonesia. Selain Lazy Cooking, saya juga suka gambar-gambar portraitnya di IG sibbil_.
12. Aldriana A. Amir
Tangkap layar dari blog Gambarnya Aldriana
Ilustrator buku anak-anak yang sangat ramah dan suka mengirim kartu pos. Mbak Dian pernah kirim buat saya satu :D. Bisa ditemui di blog Gambarnya Aldriana.
13. Ella Elviana
Tangkap layar dari blog the enigma
Gambar-gambar Mbak Ella yang banyak menggunakan cat air pertama-tama membuat saya terkesima dan menyangka kalau Mbak Ella ilustrator dari luar negeri saat tiba di blognya. Keren-keren semua. Bisa lihat karyanya di blog the enigma, atau di IG olafmurkenstein.
Masih banyak lagi ilustrator dan komikus yang bagus-bagus karyanya. Seru memang lihat gambar-gambar orang lain, bisa jadi ide baru muncul, atau juga bisa belajar referensi baru, misalnya pewarnaan, gestur, maupun cara gambar yang belum terlalu bisa (seperti saya, mata contohnya). Dan lebih penting lagi, bukan cuma lihat-lihat saja, tapi juga bergerak untuk menggambar hihihi. Ya sudah, begitu dulu saja ya. Saya menggambar dulu, lagi berproyek kecil-kecilan dengan adik saya di IG arke.sketches :D.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar