Pada saat kuliah, berkat berteman dengan seorang kawan penyair, saya serta-merta ingin membaca lebih banyak puisi. Selain untuk bisa membalas teks pesannya yang kadang dikirimkan pada pagi hari dengan bermacam puisi, saya pun jadi ingin mencari tahu penyair-penyair besar Indonesia. Ingatan membawa saya pada puisi ‘Aku Ingin’-nya SDD, yang pada saat itu juga buku kompilasi puisi Melipat Jarak dan Hujan Bulan Juni sedang beredar di toko buku. Didukung oleh satu album musikalisasi puisi SDD yang dinyanyikan oleh Dua Ibu (entah dari siapa dan sejak kapan saya memilikinya di folder laptop), tanpa perlu berlama-lama saya jatuh sayang pada puisi-puisi SDD. Cukup sulit mendapatkan buku-buku lawasnya, dan saat mereka terbit dalam sampul baru, ekonomi dompet saya sedang seret, sehingga tidak mampu membeli semua. Tapi itu tidak mengurangi rasa sayang saya pada puisi-puisi Eyang. Ada kesempatan kawan penyair saya minta saya untuk mencari puisi SDD ‘Dalam Doaku’ dan ‘Anak Kecil’, dan saat sedang berangin, pikiran saya selalu berlari pada puisi ‘Layang-Layang’. Puisi-puisi Eyang tidak hanya pendek dan ringkas, tetapi juga panjang dan rumit. Tidak hanya hal-hal sepele, tetapi juga hal-hal yang serius. Tidak hanya bernuansa manis, tetapi juga pahit. Puisi-puisi Eyang kompleks, sekaligus komplit. SDD juga punya novel, dan harus saya akui, saya membaca novelnya harus secara perlahan dan hati-hati. Supaya tidak ketinggalan :). Buku SDD terakhir yang saya beli sebelum pindah ke Waingapu adalah ‘Perihal Gendis’, dan saya lihat beliau menerbitkan banyak buku akhir-akhir ini. Saya sedih belum bisa baca semua buku-buku baru itu.
Hari ini, Eyang SDD sudah pergi ke keabadian. Seperti kata Eyang dalam puisinya, ‘Yang fana adalah waktu. Kita abadi’, karya-karya Eyang SDD pun menyala dalam hati setiap pembacanya. Terima kasih, Eyang, sudah bikin puisi-puisi yang baik untuk kesehatan saya. Kita akan selalu bertemu, di antara lembar-lembaran buku puisimu, ‘di sela-sela huruf sajak ini, kau tak akan letih-letihnya kucari.’
SDD, 20 Maret 1940 – 19 Juli 2020
PS: Ini musikalisasi puisi 'Aku Ingin' terrrrrrfavorit saya. Dinyanyikan oleh Ibu Tatyana Soebianto (salah satu dari Dua Ibu), dengan sekilas klip Eyang Sapardi bersama istrinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar