Ditanggungkannya malam seperti
kubus yang tak berbunyi,
dengan sedih yang sederhana:
Pada 12 Celcius pagi,
basah akan membasuh ceri,
karena ini April, dan musim labil.
Akan ada trotoar tembikar,
dan sepasang rel panjang
tak berkereta-api,
di mana ia akan menatap kali yang hilang,
di mana ia akan bersiul, menggoreskan kuku kaki
pada lumut jembatan.
(Goenawan Mohamad, 2004)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar