Januari – Maret
Teman-teman Office & Finance, selalu kumpul kalau ada yang ultah
Tiga bulan awal tahun 2019 diisi dengan sedikit pertempuran batin, apakah sebaiknya pulang ke Kupang saja atau mengambil pekerjaan di Waingapu. Setelah penuh gejolak (azeq!), saya memilih ke Waingapu. Sebelum ke sana, saya harus pindah divisi (geser kantor sedikit) ke Finance untuk belajar semua tata krama, sopan santun, dan aturan keuangan. Di sela-sela itu, saya sempatkan baca komik Conan dan urus form A5 untuk bisa ikut Pemilu. Sempat saya bikin blog di Wordpress juga, tapi sayang sungguh sayang, saya kembali ke pelukan Blogger Blogspot tercinta karena lebih user-friendly. Yah, bagi beberapa orang Wordpress lebih mudah dan praktis, tapi bagi saya Wordpress isn’t my thing. Hehehe.
April – Juni
Pintu masuk Stasiun Yogya, dipotret saat akan check-in kereta malam ke Mlg
Saya bikin kacamata, karena mata terlalu sering terpapar layar komputer di Finance yang brightness-nya terlalu tinggi. Kecil sih minusnya, cuma 0.25 doang, tapi tetap terasa sih perbedaan pandangan. Di Easter break, saya pergi naik kereta api ke Yogya. Untuk pertama kalinya, naik kereta api sendiri. Asik-asik banget. Setelah senang-senang main di Jogja, balik ke Malang untuk kembali belajar di Finance sambil ngepak barang-barang yang akan dikirim ke Waingapu via ekspedisi laut. Menutup hari-hari terakhir di Malang (eaaaa), saya dan Kak Jef pergi-pergi sepedamotoran seharian ke Panjen, Karangkates, alun-alun Blitar, Monumen Peta, pedestarian oleh-oleh di makam Bung Karno (ga masuk karena sudah pernah), dan Selorejo. Sempat bikin akun di Goodreads lagi, tapi saya hapus hahaha. Saya sadar kalau akan susah akses buku kalau sudah pindah di Waingapu :( alias saya akan baca-baca ulang buku-buku saya, yang sudah pernah di-rate di Goodreads juga yang dulu. Akhir bulan Juni, touched down Waingapu for the first time in my life!
Juli – September
Jantung kota Waikabubak
Kepanikan dan kerempongan awal tahun ajaran baru (bahkan pre-new academic year) sudah menghiasi hari-hari. Untungnya, bisa jalan-jalan ke sekolah desa di Mbatakapidu, Karuku, dan Ngadulanggi. Daaaaan, ke Sumba Barat juga akhirnya! Senang bisa ketemu dengan keluarga Kak Jef <3. Ke Melolo juga, karena ada rekan kerja yang menikah. Di sini baru tahu kalau Sumba Timur itu luaaaaaaas sekali, Sumba Tengah dan Sumba Barat tidak terlalu besar. Lebih dingin di Sumba Barat juga dibanding di Sumba Timur. Mungkin karena geografis Sumba Timur yang lebih banyak bukit-bukit dan padang daripada di Sumba Barat (Sumba Barat banyak pohon dan hijau-hijauuuuu segar).
Oktober – Desember
Teman-teman kerja di Waingapu, saat selesai acara Family Day
Sempat mengadopsi 2 ekor anjing, tapi keduanya sudah pergi dengan cara masing-masing. Berjibaku dengan pekerjaan sehari-hari di kantor, kegiatan-kegiatan, pusing-pusingan laporan tiap bulan, dan akhirnya bisa pulang refresing ke rumah Kupang.
Yaaaa begitu-begitu saja sih 2019nya saya. Terjadi begitu cepat. Tentu sebenarnya banyak kejadian-kejadian kecil yang mengutak-atik perasaan saya, tapi cukup seperti ini saja yang bisa saya bagikan di sini hehehe. Moga-moga 2020 reviewnya tidak molor sampai Mei ya hahaha :p #kebiasaan



hai salam dari garuru ^^
BalasHapusdulu sempat mencari-cari blog ini, eh ternyata up lagi !
Wah, hai Bang Narendra! Ya ampun, apa kabar nih? :D
HapusBlog Garuru sudah lama bgt ga update ya, apa pindah platform? Hehehe.
Blogku ini sempat rekonstruksi, alias ini blog baru dg beberapa konten lama yg kukurasi hahaha.
Semoga sehat selalu yaaa, terima kasih sudah mampir :D