Salam Perpisahan untuk Malang

Kamis, 13 Juni 2019

Malang yang baik,

Hari-hari berlalu tanpa terasa ya. Saya ingat hari pertama saya tiba di kotamu, saya tidur dengan menggigil, padahal sudah pakai selimut. Kau rupanya dingin terhadap suhu tubuh saya yang membawa jejak cuaca panas dari tempat tinggal saya. Saya perlu kira-kira satu semester pertama untuk menyesuaikan dengan udaramu, sembari mengajak lidah, usus, dan lambung saya untuk bersahabat dengan makananmu. Belum lagi tentang bahasa, logat asing di telinga saya. Rute-rute jalan yang harus saya hafal, toko-toko tempat membeli barang-barang kebutuhan yang paling mudah dijangkau, juga toko buku yang jadi tempat nangkring saya saban akhir pekan. Untung bagi saya, orang-orang di sekitar saya begitu baik.

Saya mengalami hari-hari dengan matahari paling cerah sampai awan setitik pun tidak ada yang lewat, juga hari-hari paling gelap di mana deru hujan dan angin begitu keras selama berhari-hari. Kau penuh ketidakterdugaan, Malang. Tidak terduga dan di luar akal, karena saya pun kaget saya bisa begitu nyaman bersamamu selama 9 tahun. Sembilan tahun yang seru dengan lika-liku kehidupan yang ada-ada saja. Di kotamulah, saya mengecap rasa kehidupan dan menyelam ke kedalamannya.

Namun telah tiba hari di mana saya harus pergi dan mengakhiri 9 tahun bersamamu. Pergi darimu untuk seterusnya, karena saya harus mencicipi rasa kehidupan lain di kota yang berbeda. Saya yakin kau tentu tidak merasa kehilangan, karena pasti akan lebih banyak manusia-manusia lain yang sayang kepadamu. Saya pun ingin pergi dengan hati yang ringan. Kita akan berjumpa lagi di hari-hari baik lainnya, Malang. Hal-hal mengenai kita telah punya ruang sendiri di dalam hati saya.

Sampai jumpa lagi, Malang! Nuwus yo! <3

Dadaaaaah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS