Perjalanan Sendirian ke Jogja

Selasa, 30 April 2019

Berniat untuk mencoba naik kereta api sendiri, saya memberanikan diri ke Jogja dari Malang. Sebelumnya memang sudah pernah naik kereta api, tapi selalu bersama teman. Jadi sebelum pindah ke Sumba, saya ingin merasakan perjalanan jauh lagi sendirian dengan moda transportasi favorit kedua saya, yaitu kereta api hehehe. Kebetulan ada libur Paskah 1 minggu, saya cek-cek ada jadwal kereta di hari Selasa, 23 April, malam. Bisalah, nanti baliknya di tanggal 27. Kebetulan juga adik yang kuliah di Jogja dapat libur Paskah.

Setelah ikut Pemilu (sebagai pemilih tambahan), saya pesan tiket kereta dan mendekati hari keberangkatan, saya beli oleh-oleh untuk adik saya, bolu kukus. Mulai agak maju mundur jadi berangkat apa engga, gara-gara mau ingat mabokkkk kendaraan =,= Beberapa jam sebelum berangkat, saya mengepak pakaian di ransel, dan ada drama resleting bagian saku nyangkut di kain alas saku bagian dalam. Terus saya gunting dan jadi bolong besar hadeeeeh. Saat mengerjakan itu, otak saya mulai overthinking: apakah ini artinya saya tidak usah berangkat? Tapi saya berusaha menepis perasaan itu, dan lanjut siap-siap. Ketika akhirnya saya jalan ke jalan raya untuk nunggu angkot yang akan menuju ke Stasiun Baru Kota Malang, angkotnya luamaaaaaa. Di tiket, kereta akan berangkat jam 8.10 malam, dan saya masih galau menanti angkot MM di jam 7.30 malam huh. Terus muncul lagi overthinking saya: Nah kan, harusnya ga usah berangkat ==" Daripada menunggu lama, saya putuskan pesan ojek online saja biar bisa satset.

Sampai di stasiun dengan selamat, dan mulai tanya-tanya ke penumpang lain cara check in tiket. Ada mbak-mbak yang mengarahkan saya untuk ke komputer untuk memasukkan kode booking supaya bisa keluar kertas check in-nya. Setelah itu, masuk dari palang petugas pemeriksaan tiket dan KTP untuk menunggu di waiting room. Suasana lumayan ramai, saya jadi berasa sinematik hahahahapaan. Ketika waktu mendekati pukul 8.10 malam, kereta Malioboro Ekspres 95 yang akan saya tumpangi pun tiba. Pesan di kelas ekonomi tapi vibe-nya menyenangkan yaaa, sudah rapi dan bersih. Setelah menemukan gerbong dan tempat tidur saya, saya minum obat anti mabuk dan tidur, karena perjalanan akan memakan waktu hampir 8 jam sampai di Jogja (subuh besoknya jam setengah 4).

Sebelum masuk, cepat-cepat foto

Lobby depan. Itu komputer untuk check in


Para penumpang

Foto diambil dari tempat duduk saya

Kereta tiba di Stasiun Tugu Jogja sesuai jadwal. Saya ngemper sedikit karena waktu masih terlalu pagi, dan ketika mengontak adik, katanya pagar kosnya pun belum dibuka oleh penjaga kos. Menunggu sampai terang jam 6, saya lalu naik ojek biasa menuju ke kosnya.

Ngemper lihat-lihat kereta yang lewat

Di kos, kami berdua bersantai-santai hahahaha, lalu adik mengajak saya jalan-jalan ke perpustakaan kampusnya yang dibangga-banggakan karena punya koleksi buku-buku tua.

Si adik berpose~

Setelah berlama-lama di sana, kami berdua ke Pizza Hut di Malioboro untuk makan pizza tentu saja! Bukannya cari makan siang yg proper yaaa (baca: nasi), ini malah makan roti hahaha. Yawda nasi kan bisa di mana aja, tapi pizza kan jarang-jarang dalam momen bersama kakak beradik XD

Melamun pada saat memesan o_O

Setelah senang makan pizza, kami berdua jalan-jalan ke Benteng Vredeburg dan ke Titik 0 KM sampai sore baru pulang kembali ke kos.

Di Vredeburg

Selalu suka bangunan klasik. Ini di Titik 0 KM.
Dari atas ke bawah: gedung Bank BNI, Kantor Pos Indonesia, dan gedung Bank Indonesia

Selama jalan-jalan, literally jalan kaki, adik saya cepat sekali capek dan ngos-ngosan, padahal kami jalan dengan kecepatan pelan. Begitu kami sampai di kos, dia sakit kaki semua dan demam tinggi huhuhu, jadi merasa bersalah. Semoga adik cepat sembuh yaaa.

Keesokan harinya kami tidak berjalan jauh lagi, hanya bersantai di kos dan ke kampus. Saya temani dia mengerjakan skripsinya di sana, lalu beli beberapa jajan dan balik ke kos.

Tibalah hari pulang ke Malang. Kereta saya, Malioboro Ekspres 96, bereangkat malam di hari Sabtu, jam 9 kurang 15. Dari kos ke stasiun sedikit lebih awal biar ga buru-buru. Dalam kereta, berdoa supaya adik saya bisa cepat sembuh (sakit demam ini sering muncul kalau dia kecapekan. Dan sudah sejak dia pulang KKN) dan bisa selesai dengan baik skripsinya, walau saya tahu saya tidak bisa hadir di wisudanya nanti karena sudah akan pindah ke Sumba.

Bye, Jogja!

Entah kapan lagi akan bisa ke Jogja yaaa huhuhu jadi melow. Bener kali ya Jogja terbuat dari rindu, seperti kata Pak Jokpin. Jogja selalu di hati! <3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS