Natal Saya Tahun Ini

Senin, 25 Desember 2017

Melihat kembali beberapa tahun ke belakang, saya ingat saya suka sekali dengan Natal dan saya suka mempersiapkan dengan baik. Sebagai misal, saya menyempatkan menyiapkan kado dan kartu Natal, membantu Mama menata toples-toples kue kering dan minuman untuk tamu, kembang api yang pasti tidak pernah lupa dibeli, ibadah Malam Natal dan ibadah raya Natal yang tidak pernah terlewatkan, dan ritual mengunjungi keluarga. Belum lagi lagu-lagu Natal yang saya putar sejak bulan Oktober atau November. Saya suka suasana Natal karena libur dan bisa berkumpul dengan keluarga, menikmati hujan yang selalu turun mengguyur tanah-tanah kering sampai membuatnya becek.

Tahun ini untuk kali paling pertama, saya merayakan Natal tidak dengan itu semua yang telah saya sebut di atas. Saya tidak pulang ke rumah yang membuat saya jelas tidak bisa membantu Mama mempersiapkan ini-itu dan mengunjungi keluarga, saya tidak mengikuti ibadah Malam Natal dan hanya ikut ibadah raya Natalnya saja (ibadah minggu-minggu Advent saya juga bolong satu), tidak ada kartu Natal, tidak ada kue, pernak-pernik penghias, hanya lagu-lagu Natal yang diputar di sekolah (tapi karena sudah libur, tidak dengar lagi). Saya ingin merayakan Natal dengan cara yang berbeda.

Tahun ini berhasil saya lalui dengan bertahan sekuat tenaga. Hidup yang terombang-ambing, penuh ketidakpastian, penuh keterkejutan sungguh sangat mewarnai tahun ini. Dan karena itulah, saya memaknai Natal tahun ini sebagai Natal paling berserah sejauh hidup saya sampai hari ini. Pergumulan-pergumulan terus ada, membuat saya sadar satu hal: Natal adalah momen di mana Kristus datang ke dunia yang fana ini dan menjadi serupa dengan manusia, untuk menunjukkan betapa cintanya Dia kepada kita. Selama ini, Natal saya maknai lewat suasana dan pernak-pernik di sekitar saya. Tetapi lewat Natal tahun ini saya belajar untuk melihat kasih Kristus yang sedang mengalir di dalam kehidupan. Dia begitu nyata. Dan Dia suka menghadirkan cinta-Nya lewat banyak hal. Dan saya bersyukur saya bisa menyaksikan itu di dalam keluarga saya.

Natal bagi saya tidak sekadar ritual dan perayaan biasa, tetapi peristiwa istimewa dalam hidup keseharian. Saya sedang dalam proses untuk belajar memaknainya lebih dalam lagi.

Selamat Natal!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS