Yang kuterka dari raut wajahmu adalah gurat-guratan perjalanan waktu yang tertera di antara musim, di sela-sela pohon.
Yang kusangka dari tutur katamu adalah seumpama daun yang gugur karena tiupan angin, namun tanah yang tidak pernah menggapainya, sebab daun yang gugur selalu jatuh tepat di danau sebelah pohon.
Daunmu gugur tak sempat tersampaikan.
Yogya, Juli 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar