Hari Pertama, Hari Kedua
Hari pertama kami ngumpul di gedung rektorat kampus sekitar jam setengah
3, terus baru berangkat jam setengah 4. Makan malam kami di Rumah Makan
Bromo Asri, daerah Banyuwangi kira-kira jam 7 malam. Abis itu, baru
menyebrang Selat Bali udah dini hari dan sampai di tempat pertama kami,
Tanah Lot jam 6 pagi. Di sana kami bersih-bersih diri dan makan pagi.
Perjalanan yang melelahkan, sodara-sodari, tapi semuanya tetap semangat,
karena cerita di Bali belum dimulai hehe.
Kami makan pagi di Agung Bali, terus menuju ke tempat kunjungan kami
yang pertama, Green School dan Green Village. Daerah ini terletak di
daerah Badung, namun untuk menjangkaunya kami harus berjalan kaki (baca:
mendaki) sekitar 10 menit karena jalan ke sana sempit, bis kami tidak
cukup kalaupun dipaksa masuk.
Green School itu sekolah yang besar, area 8 hektar, dan hampir sebagian
besar siswa yang bersekolah di sana adalah anak-anak bule. Sekolahnya
terbuat dari bambu, saya tidak bercanda, mulai dari atap sekolah, meja,
kursi, dan bahkan tangga. Sebagian lantai juga terbuat dari bambu,
kecuali lantai yang ada di gedung Kindegarten. Siswa-siswa di sana juga
diajari membuat biogas. Saya jamin kalian kalo sekolah di sini pasti
betah, sekolahnya bersentuhan langsung dengan udara luar, alias terbuka.
Tentunya masih beratap, tetapi angin bisa leluasa masuk keluar ke
gedung-gedung sekolah bambu di sini. Bu Jenni, yang pernah menjadi dosen
di kampus kami tetapi memutuskan untuk berhenti karena menikah, tinggal
di Bali, di daerah Ubud yang jaraknya setengah jam ke Green School ikut
datang menemani kami, sekalian temu kangen ceritanya. Tapi memang
beneran kangen kok sama Bu Jenni yang tegas dan nyenengin itu hehe.
Kalo letak Green Village lumayan jauh dari Green School, dan rumah-rumah
di sana sudah dibeli bule-bule; kami bahkan tidak diijinkan mengambil
foto saking privasinya. Jadi kami termasuk tamu penting dong bisa sampai
ke sini hehehe.
Abis dari Green Village, kami makan siang di Ada Restaurant, resto milik
suaminya Bu Jenni. Suaminya Bu Jenni ini orang Turki, jadi restonya
juga resto Turki. Tapi kami dijamu makanan Indo mix Turki, dadar jagung
gak ketinggalan. Setelah berkenyang-kenyang ria, ada pula seminar dari
teman-temannya Bu Jenni, Mam Robin dan Pak Indra. Ketika hari sudah
sore, baru kami menuju ke hotel untuk check-in. Nama hotelnya Green
Villas Hotel, lumayan dekat dengan bandara. Saya sekamar dengan Linda,
Lala, dan Ce Yesi. Selesai mandi, semuanya makan dan langsung tepar
saking capeknya wkwkwk.
Hari Ketiga
Hari ketiga kami full main. Mulai dari ke Tanjung Benoa, terus ke Grafika Kresna, lanjut Kuta, dan ke Jimbaran, baru balik hotel. Di Tanjung Benoa banyak permainan, ada parasailing, diving, snorkeling, banana, donut, dan ngunjungin peternakan penyu. Saya mah tidak tertarik dengan kelima permainan pertama itu, basaaaaaah, jadi mending ngunjungin penyu saja hehe. Kami ke pulau peternakan itu pake perahu bermotor, keren pokoknya, serasa penguasa laut deh ahhahaah lebay. Teman-teman saya, Adi dan Olop malah sampe nyoba parasailing.
Dari Tanjung Benoa, makan siang ke Grafika Kresna sambil beli oleh-oleh. Pas matahari udah gak seberapa panas lagi, kami langsung rame-rame ke Pantai Kuta. Finally there, guys. Dan sepanjang mata memandang hanya penuh dengan buleeee saja. Nilai plus bagi Pantai Kuta adalah pantai itu bersih, nyari sampah itu langsung ke tempat sampah. Padahal orang-orang di sana banyak banget lho, belum lagi ditambah orang-orang yang jualan di sepanjang pantai, wuih gak kebayang banyaknya orang di sana. Tapi, bersih. Saya dan Lala nyari botol untuk naroh pasir pun susahnya minta ampun, kami berdua hanya dapat 2 botol, itupun minta sama penjualnya.
Pas matahari udah turun, kami pergi ke daerah Jimbaran untuk makan. Makan di sini keren banget, tepat di pantai. Maksudnya bener-bener di atas pasir, jadi deket sama air lautnya. Feeling like Hawaii wkwkwk. Sudah kenyang dan langsung balik hotel.
Hari Keempat
Bisa dibilang kegiatan hari keempat cukup singkat. Pagi hari kami kunjungan ke Mama & Leon Factory Store. Itu butik yang keren, harganya juga keren-keren gak kesampaian sama dompet anak kost wkwk. Abis itu ke Dewata, di sana juga kunjungan plus makan siang, dan terakhir ke Pasar Seni Sukowati. Di pasar ini, harus bisa tawar-menawar, kalo gak uang kita bisa mengucur gak karuan di sana. Dari Sukowati langsung balik hotel haha.
Hari Kelima
Ini adalah hari yang berat, sodara-sodari. Perjalanan kami hari ini merangkap perjalanan pulang ke Malang. Paginya kami pergi kunjungan ke Hotel Grand Mirage. Letaknya di dekat Tanjung Benoa yang kami kunjungi hari ketiga. Hotel ini hotel orang elit, maklum hotel bintang 5 hehe. Kebanyakan bule yang nginap di sini, memang tempatnya nyaman abis. Apalagi deket sama pantai, alhasil kebun belakang dimanfaatkan bule-bule untuk berjemur. Dijamin nih kalo pada ke sini gak mau balik lagi, tempatnya sejuk, bikin teduh hehe.
Abis dari sana, kami baru menuju ke Joger di daerah Luwus (jadi bukan yang di Kuta) sekitar jam 12 siang. Dan dijadwalkan kami baru makan siang setelah dari Joger. Perjalanan ke Joger memakan waktu 2 jam lebih, saya sampai lapar banget di bis. Mana gak punya persediaan makanan, saya hanya bisa lemas di kursi haha. Setelah dari Joger, baru kami ke Bedugul untuk makan siang. Jalan ke sana, bagi saya, sangat ekstrim. Sepi memang, tapi meliak-liuknya itu yang bikin mual. Akhirnya saya malah tambah gak bertenaga, tapi untunglah bisa makan. Makan sore sih bisa dibilang, bukan makan siang lagi, karena waktu itu sudah pukul 5 sore. Kami tidak jadi mampir ke Candi Kuning, tapi ngelewati tempat itu koq hehe. Dan jeng jeeeng, makan malam kami di dekat Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, baru jam 10 malam wkwkwk. Sampai di kampus sekitar jam setengah 4 lebih dini hari, dan saya lega bisa kembali tidur di kamar saya hehe.
Perjalanan ke Bali memang punya banyak cerita. Mulai dari semangat 45 pas berangkat, jalan-jalan nyari ATM di sekitaran Kuta, feeling like foreign tourism gara-gara jalannya deket sama bule-bule (kalo ini sih merasa diri hahaha), beli oleh-oleh, sampai ngeliatin teman saya Adi dan Olop gaya-gayaan sama tato temporer mereka wkwk. Overall, kegiatan ke Bali ini bikin saya gosong hahaha. Udara dan cuaca di sana kurang lebih sama kayak Kupang, dan saya punya belang jam tangan di tangan sebelah kiri hihihi ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar