Pas dengar kalo bakal ada kegiatan ke Bandung, saya memutuskan untuk ikut. Setelah tahun lalu ke Bali, saya jadi penasaran dengan Bandung. Secara, belum pernah melancong jauh dari rumah hehe.
Keberangkatan dan Hari Pertama
Hari Minggu pagi, tanggal 16, rombongan berkumpul di Balai Pertiwi kampus kami. Ada sekitar 80 orang yang ikut, 2 bis. Ketika waktu menunjukkan hampir pukul sembilan pagi, kami sudah meluncur meninggalkan kampus diiringi dengan dibukanya snack teman-teman yang mulai lapar. Perjalanan memakan waktu 1 hari. Serius, ini perjalanan lintas propinsi. Jadi ceritanya kami dari Jawa Timur, melewati Jawa Tengah, Jogjakarta, dan sampai di Jawa Barat. Pertama touchdown di Kampoeng Nagreg, Nagreg, buat makan pagi, di hari berikutnya, hari Senin tanggal 17. Udara di sana masih dingin, sampai-sampai kalau ngomong bisa keluar uap dari mulut. Selesai makan pagi, bis meluncur ke Coca Cola Amatil Indonesia di Sumedang untuk kunjungan perusahaan pertama. Di sana kami diajak untuk melihat proses pembuatan minuman ringan ini sampai pengemasan. Sayangnya kami tidak boleh memotret kegiatan produksi di sana.
Perjalanan hari pertama ditutup dengan beristirahat di Kampung Legok Resort di daerah Lembang.
Hari Kedua
Terbangun di pagi yang dingin yang bisa bikin mulut mengeluarkan uap, dan buru-buru bersiap-siap karena kami akan mengunjungi perusahaan tekstil ekspor sebagai kunjungan perusahaan kedua. PT SIPATEX adalah tujuan pertama kami pagi itu. Di tempat ini, kami dijejali dengan ilmu baru mengenai tekstil, mulai dari benang hingga menjadi kain dan siap dijual dan diekspor ke luar negeri. Jam 10 pagi tiba di sana dan disambut dengan ramah dan bersahabat.
Hari Ketiga dan Kepulangan
Hari terakhir di Bandung diisi penuh dengan kunjungan ke Trans Studio. Check out dari penginapan dan meluncur ke theme park yang terkenal di Bandung ini. Kami mengikuti seminar singkat dari orang-orang Trans dan menggali pengetahuan cukup banyak dari seminar tersebut. Saya juga sempat bertanya kepada mbak pembicaranya, dan yang bertanya dapat stiker. Lumayan :D
Saya juga main Yamaha Roller Coaster. Semacam roller coaster biasa, tapi lintasannya meeeen, saya sampai tidak pernah membayangkan sebelumnya saya akan menaiki wahana itu. Jadi kita hanya butuh waktu satu menit untuk main wahana itu, tapi lintasannya sangat ekstrim (bagi saya), padahal tidak begitu panjang. Setelah maju dan berputar-putar dan memuncak, kami akan bergerak mundur. Sebenarnya saya sudah mau kabur karena pas ngantri saya melihat tayangan di televisi di situ tentang wahana itu. Tapi teman-teman saya mengunci jalur saya supaya saya tidak kabur. Della, Janita, Ika, Cialin, Yosep, Philip. Devina berhasil kabur dan itu curang sekali hahaha. Tapi tak apa, saya jadi punya cerita kalau saya pernah menaiki roller coaster (untuk pertama dan terakhir kali).
Saya juga mencoba main di Lost City. Permainan air dengan perahu karet yang lintasannya juga ekstrim: turunan menukik dan berair. Tidak basah sih, untungnya, tapi jantung saya naik-turun hahaha. Selesai dari wahana ini, kami tidak main lagi. Kami kemudian duduk di tengah arena karena ada pertunjukkan sirkus dari Rusia. Saya tidak sempat mengambil gambarnya karena posisi duduk kami lumayan jauh untuk menangkap gambar.
Setelah itu, kami keluar dari Trans Studio dan melihat-lihat TSM (Trans Studio Mall) yang letaknya bersebelahan dengan Trans Studio. Sorenya jam 6 kembali ke bis untuk siap-siap balik ke Malang. Perjalanan yang macet membuat kami baru touchdown di Malang 28 jam kemudian, yaitu jam 10 malam di keesokkan harinya, hari Kamis. Artinya kami seharian lebih di bis. Perjalanan paling panjang pertama saya yang bikin saya sampai sekarang (bahkan ketika mengetik tulisan ini) masih terasa pusing.
Perjalanan ke Bandung benar-benar perjalanan yang panjang dan jauh. Saya mau istirahat dulu.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar