Renungan Awal Semester 2; Pesan Khusus dari Ibu Rektor

Selasa, 22 Februari 2011

*renungan ini selalu dikirimkan oleh Ibu Rektor di kampus saya untuk semua sivitas akademika via email. Saya salin-tempel tanpa suntingan di sini, sebagai pengingat bagi saya pribadi ;)
**renungan ini akan berlanjut sampai saya lulus. Kebetulan tidak dapat renungan awal semester 1 karena email baru aktif ketika kami sudah masuk perkuliahan bulan kedua


Selamat memasuki semester yang baru…..


Awal semester, punya banyak makna bagi setiap sivitas akademika: semangat baru, permulaan baru, motivasi baru, strategi belajar maupun mengajar yang baru, tanggungjawab baru, dan segala sesuatu yang dapat disebut sebagai langkah awal, perbaikan awal, yang tentunya diharapkan menjadi permulaan yang baik, menuju kesuksesan hidup. Permulaan semester bisa saja tidak dimulai dengan semangat tetapi dengan sakit penyakit, dengan kekecewaan, dengan persoalan, dengan kegelisahan, dengan konflik baru. Terlepas dari apapun spirit dan persoalan yang menggerakkan kehidupan kita, kepada setiap dari kita, Tuhan meletakkan tanggungjawab kita masing-masing. Baik sebagai Mahasiswa, dosen, staff, staff pendukung, pejabat struktural, Yayasan bahkan orangtua/wali. Titik awalnya pun bervariasi, bagi angkatan 2007, semester ini merupakan semester akhir, perjuangan menyelesaikan skripsi, masa yang paling menentukan apakah dapat diwisuda tepat waktu atau harus memperpanjangnya satu atau dua semester lagi……..; bagi angkatan 2008-2010, semester yang baru adalah tahapan baru, didalam menuntaskan tanggungjawab belajar yang sudah dipilih, entah karena terpaksa atau karena motivasi yang kuat…………..; bagi dosen dan staff, semester yang baru berarti tanggungjawab baru didalam memberikan layanan pendidikan, mengupayakan pembelajaran yang terbaik, dan sebuah proses panjang dalam melahirkan generasi muda yang utuh, dan upaya menghantar Mahasiswa kepada masa depan yang cemerlang. Apapun peristiwa dan momentumnya, hasilnya ditentukan oleh respon (sikap kita, mindset kita, tindakan kita) kita terhadap peristiwa yang ada dihadapan kita. Rumus singkatnya:

E (event) + R (response) = O (outcomes)

Tuhan melalui alam ciptaanNYA sejak dari permulaan keberadaannya sudah memberikan kita pelajaran yang begitu bermakna: “Apa yang ditabur orang, itu yang dituainya….”, Jika kita menabur dan menanam biji jagung maka akan tumbuh pohon jagung bukan pohon manga atau pohon rambutan. Jika kita menabur kebiasaan-kebiasaan buruk, maka akan tumbuh sifat-sifat buruk, perilaku yang akan membawa kita kepada hasil-hasil yang bersifat buruk, demikian sebaliknya, ketika kita menabur kebiasaan baik, disiplin, bertekun, bertanggungjawab, ….. maka kita akan menuai buah-buah dari apa yang kita tabur tersebut. Tidak dapat diubah! Oleh sebab itu, para nabi, orang-orang bijak, orang-orang yang peka akan diri dan lingkungan sosialnya senantiasa menghargai hidup mereka dengan perkataan bijak: “Ajarilah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana”.

KESADARAN akan keberadaan kita sekarang, baik dari aspek usia, kesempatan, tanggungjawab, sikap dan tindakan kita, akan membawa kita kepada hasil yang kita sendiri sudah taburkan/ditanam di awal. Konsekuensi dari semuanya, akan menjadi tanggungjawab kita. Sehingga kesadaran untuk memperbaiki, untuk memulai dengan baik dan bertanggungjawab, baik terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama dan lingkungan kita menjadi penting. Mengapa kita gelisah, marah dan tidak sejahtera? Mengapa kita menyesal? Mengapa kita merasa tidak berdaya? Semuanya dimulai karena kita sudah menginvestasikan bibit-bibit kehidupan yang kita pilih sendiri.


Semester yang baru, bergantung pada RESPON kita, akan menjadi awalan yang baik atau awalan yang buruk, semuanya bergantung pada bagaimana kita bersikap dan bertindak atas hasil yang kita harapkan sambil terus bersandar pada belas kasih dan kebaikan Tuhan, penguasa kehidupan. Waktu yang tersedia, tidak pernah berubah, tetapi kualitasnya dapat berubah dan dimaknai, jika kita mempergunakannya dengan bertanggungjawab. Tantangan bagi angkatan 2007 sangatlah besar, menyelesaikan studi tepat waktu, bukanlah hal yang mudah, jika tidak dikerjakan, jika terus menerus ditunda, jika tidak proaktif, resikonya adalah masa depan yang tertunda. Bagi angkatan 2008-2010, godaan terbesar adalah pemikiran bahwa “masih ada waktu”…… , pemahaman bahwa belum ada deadline penting yang mengharuskan kita bergegas, mengharuskan kita menuntaskan sesuatu dengan penuh tanggungjawab. Tetapi dampak dari segalanya, pada akhirnya, cepat ataupun lambat, akan menjadi tuaian kita. Sehingga, sudah saatnya lah kita bersungguh-sungguh atas hidup kita.

Selamat memilih apa yang akan kita tabur, untuk kelak mendapatkan tuaian kita masing-masing. Selamat belajar dan mengajar, kiranya kita dapat menjadi komunitas yang terus menerus mengupayakan peningkatan diri, bagi pelaksanaan tanggungjawab kita kepada Tuhan, diri sendiri, sesama dan lingkungan dimana kita hidup.

Salam prestasi,


Leenawaty Limantara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS